Bengkulu Selatan. Bengkulu; Sebanyak 150 ton bibit padi inbrida jenis ciherang dan cigelis akan dibagikan ke kelompok tani di Bengkulu Selatan. Sebanyak 85 ton bibit padi sudah dibagikan pada akhir bulan Mei sampai dengan akhir bulan Juni 2016 yang lalu. 141 kelompok tani yang menerima bibit padi tersebut merupakan kelompok tani aktif yang tersebar di Kecamatan Kedurang, Kecamatan Air Nipis, Kecamatan Seginim, dan kecamatan Kedurang Ilir.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Selatan Haroni, SP diruang kerjanya saat ditemui reporter radio artha Fm.

“Tahun 2016 ini Kabupaten Bengkulu Selatan mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana APBN sebanyak 150 ton bibit padi inbrida. Yang sudah disalurkan kekelompok tani sebanyak 85 ton untuk 141 kelompok tani di 4 Kecamatan,”ujar Roni.

Lebih lanjut Roni mengatakan bahwa sisa bibit padi sebanyak 65 ton akan dibagikan pada musim tanam berikutnya apa bila tidak terjadi kemarau. Karena 65 ton ini adalah peruntukannya untuk Kecamatan Kota Manna, Manna, Pasar Manna, Pino Raya, pino, Ulu Manna dan Kecamatan Bunga Mas yang rerata lahan persawahannya adalah sawah tadah hujan.

Haroni, SPLahan persawahan di Bengkulu Selatan seluas 11.000 hektare tentu dengan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 150 ton itu belumlah cukup, maka melalui dana APBD 2016 dalam hal ini Pemerintah Daerah memberikan bantuan bibit padi sebanyak 30 ton, terang Roni.

Disamping adanya bibit padi, Dinas pertanian dan peternakan Bengkulu Selatan juga telah menyalurkan bibit jagung sebanyak 22,5 ton untuk kelompok tani yang mengusulkan dan aktif.

“22,5 ton bibit jagung sudah dibagikan kepada kelompok tani, kelompok tani terbanyak yang menerima bibit jagung adalah kelompok tani di Kecamatan pino Raya dan Kecamatan Manna,”jelas Roni.

Bukan hanya bibit padi dan jagung saja, namun Dinas pertanian Provinsi Bengkulu melalui Dinas pertanian dan peternakan Bengkulu Selatan juga akan membagikan alat pertanian pasca panen yang sumber dananya tetap dari APBN.

“sebanyak 12 unit trieser, 10 unit trieser multi guna, 6 unit konsieler dan 10 unit alat panen combo. Alat pertanian ini direncanakan akan dibagikan pada bulan Agustus mendatang. Tentu tidak setiap kelompok tani mendapatkan alat tersebut, hanya kelompok tani yang memenuhi persyaratan dan mengajukan usulan serta dalam 5 tahun terakhir kelompok tani tersebut belum pernah menerima atau mendapatkan bantuan alat pertanian,”tutup Roni.(SAR)