Manna, Bengkulu Selatan; Sekira pada pukul 09.00 wib tadi pagi Anggota Polres Bengkulu Selatan berhasil mengamankan 250 liter minuman jenis tuak yang diangkut dengan menggunakan mobil pick up jenis L300 BD 9880 PB yang dikemudikan Wanto alias Iwan warga Desa Purbosari Kabupaten Seluma.

Hal ini disampaikan Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK melalui Kasat Resnarkoba Iptu Ahmad Khairuman, SE.

Dikatakan Ahmad, penangkapan bermula ketika anggota Polres Bengkulu Selatan curiga terhadap barang yang dibawa oleh mobil pick up jenis L300 dengan nomor polisi BD 9880 PB yang dikemudikan Wanto alias Iwan tersebut ketika sedang melintas di Jl. Raya Kelutum Desa Pasar Pino Kec. Pino Raya.

Ketika diberhentikan dan di cek oleh anggota Polres Bengkulu Selatan di dalam mobil tersebut terdapat 10 jirigen yang berisi tuak dengan jumlah sebanyak 250 liter terbungkus terpal. Setelah di cek dan dipastikan, selanjutnya barang bukti bersama sopir langsung dibawa ke Mapolres Bengkulu Selatan untuk diamankan dan dimintai keterangan.

“Benar, hari ini Polres Bengkulu Selatan telah mengamankan kendaraan roda empat jenis pick up L300 yang mengakut tuak sebanyak 250 liter dalam 10 jerigen. Semua barang bukti tuak dan mobil serta sopir selaku pemilik pun diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan,”terang Ahmad.

Sementara menurut keterangan Iwan, minuman jenis tuak tersebut adalah pesanan salah seorang warga Seginim.

“Saya bermaksud akan mengantarkan pesanan warga Seginim. Dalam satu jerigen dipatok harga Rp.140.000,-. Dan sebenarnya saya ini merupakan pengusaha Gula Merah. Minuman Tuak ini, bila da pesanan baru dibuat dan diantarkan ke pembeli,”terang Iwan.

Iwan juga menyebutkan bahwa tuak-tuak tersebut adalah hasil dari produksi sendiri di Desa tempat tingglanya Purbosari Kab. Seluma yang merupakan salah satu Desa penghasil air nira kelapa yang biasa dibuat menjadi gula merah. selain itu Iwan juga mengatakan bahwa didekat desa tempat tinggalnya juga terdapat dua desa lainnya yang juga merupakan sentra penghasil gula merah yaitu Desa Talang Prapat dan Desa Rimbo Keduy. Bukan hanya itu, Iwan juga mengakui bahwa menggeluti dalam penjualan Tuak ini selama lebih kurang 3 tahun.

“Tuak tersebut merupakan hasil dari air nira di Desa Purbosari Kab. Seluma, tapi selain dari Desa saya, air nira kelapa juga banyak dihasilkan oleh dua Desa lainnya yaitu Desa Talang Prapat dan Desa Rimbo Keduy yang juga merupakan desa sentra penghasil gula merah. Dan biasanya tuak dibuat hanya jika ada pesanan.” Demikian Iwan.(SAR)