Bengkulu – Sebanyak 50 personil Polisi Hutan Dan Staf BKSDA Bengkulu menebangi tigaratusan Lahan Sawit warga yang berada dikawasan hutan lindung Danau Dendam Tak Sudah.  Koordinator Pelaksana dari BKSDA, Supartono mengatakan penebangan atas ratuasan pohon sawit di lokasi Cagar Alam itu sudah atas persetujuan penanam Lahan Sawit dilokasi 3 hektare lahan. Ia Mengatakan atas kesadaran sendiri Tasmirul warga yang meyerahkan tanaman sawitnya yang masuk dalam kawasan Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu. BKSDA akan menghutankan kembali kawasan itu. Supartono menambahkan masih ada seratusan hektare lagi kawasan hutan Cagar Alam Danau Dendam yang saat ini masih dikuasai oknum Warga dengan menanami tanaman sawit. Dan dalam waktu dekat juga akan dihutankan kembali oleh BKSDA.

BKSDA terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mengembalikan kawasan cagar itu kepada fungsinya. Cagar Alam Danau Dendam seluar 577 hektare berfungsi sebagai penyangga kehidupan bagi 700an hektare sawah dalam Kota Bengkulu dan sebagai buffer atau intruksi air laut atau masuknya air laut ke daratan Bengkulu yang sehingga berfungsi penyuplai air bawah tanah di Kota Bengkulu. Rusaknya kawasan Cagar Alam Danau Dendam bisa berakibat Bengkulu Seperti Jakarta air laut masuk ke daratan sehingga air bawah tanah terasa Asin. Saat ini Ratusan hektare lahan di Cagar Alam Dananu Dendam Tak Sudah Dikuasai 75 oarang warga yang mengaku memilki Lahan Sawit itu. Supartono meminta oknum warga menyelesaikan secara musyawarah atas kepemilikan lahan di Cagar Alam tersebut.

LEAVE A REPLY