Bengkulu Selatan, Bengkulu; 3 (tiga) tersangka Masterplan percepatan dan perluasan dan pengurangan kemiskinan Indonesia (MP3KI) yakni Ta, Li dan Tr diserahkan Polres Bengkulu Selatan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan. Ketiga tersangka diterima jaksa fungsional Eliksander Siagian, SH dan Alfian, SH dan dilakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tersebut.
Husnul Fadli, SH Kasi Pidsus kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan mengatakan bukan hanya tersangka saja yang dilimpahkan Polres ke kajaksaan negeri tapi juga dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 39 juta dan sejumlah dokumen keuangan yang digunakan tersangka dalam pelaporan kegiatan.

tsk mp3ki saat diperiksa jaksa“Ketiga tersangka adalah warga Kecamatan Pino Raya dengan Barang bukti berupa uang sebesar Rp.39 juta dan dokumen keuangan. Para tersangka ini akan dikenakan pasal 2, 3 dan 9 UU TIPIKOR 3199 tentang Tindak Pidana Korupsi ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,”ujar Husnul.

Ditambahkan Husnul, belum bisa dipastikan apakah mereka akan ditahan atau tidak, yang pasti saat ini ketiga tersangka kita periksa dahulu.
Sekedar mengingatkan, kegiatan MP3KI pada tahun 2014 di kecamatan Pino Raya dengan nilai Rp 3,4 Milyar. Adapun penggunaan dana tersebut yakni Pengadaan Bibit Sapi senilai Rp 1.6 M, Pelatihan Menjahit senilai Rp 103.juta, Pelatihan Memasak Kue senilai Rp 24.4 juta, Pelatihan Ternak Itik dengan anggaran Rp 91.8 juta, Pelatihan Ternak Ikan Lele menelan Rp 18.1 juta.
Kemudian, Pembangunan Irigasi atau Siring Tersier senilai Rp 549,7 juta, Pembangunan Jembatan Gantung Rp 507,9 juta, Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) senilai Rp 440 juta dan kegiatan Dana Operasional Kegiatan (DOK) senilai Rp 90 juta. Lalu dari hasil audit BPKP ada kerugian negara sebesar Rp 790 juta.(SAR)