Manna, Bengkulu; Sebanyak 4 kubik kayu jenis meranti diamankan oleh petugas polisi kehutanan (Polhut) dan aparat Kepolisian saat menggelar razia beberapa hari yang lalu. Kayu jenis meranti ditemukan petugas gabungan Polhut dan anggota Polres Bengkulu Selatan diatas 21 rakit yang terletak di Air Keruh Besar. Kayu tersebut diduga dari kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Bukit Rabang tepatnya berada di Desa Tanjung Aur 2 Kecamatan Pino Raya.

“Diduga kayu tersebut berasal dari kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Bukit Rabang tepatnya berada di Desa Tanjung Aur 2 Kecamatan Pino Raya,” ujar Kasih Polhut dan Perundang-perundangan Dinas Kehutanan dan ESDM Bengkulu Selatan Ujang Musdianto, SH.

Anggota Komisi III DPRD BS Dodi Martian S.Hut, MM mengatakan jika benar kayu dijarah berasal dari kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) jelas melanggar aturan. Dan pasti ada sangsi hukumnya.
‘’Siapapun yang terlibat dan menjalin kerjasama mengambil kayu di HPT sangsinya hukum pidana. Artinya hukum tidak tebang pilih dan ini sudah ada aturannya bahkan sudah diatur dalam UU,’’ujar Dodi.

Dodi menambahkan,”peraturan pengolahan lahan dilarang merusak hutan seperti menggunakan cara pembakaran hutan, dan menebang kayu secara ilegal. Pemerintah daerah sudah mengatur larangan pembakaran lahan bagi petani/peladang, pengambilan kayu di HPT. Dan apabila itu tetap dilakukan akan berurusan dengan hukum,’’pungkas Dodi.(SAR)