Manna, Bengkulu Selatan; Petani sawah di Desa Tanjung Besar,  Kecamatan Manna saat ini mulai resah. Pasalnya sawah mereka terancam hilang terkikis oleh air sungai Bengkenang. Sebab saat ini pinggiran sawah sudah mulai abrasi tergerus arus sungai.

“Ada 40 hektar sawah warga kami yang terancam rusak akibat abrasi arus sungai,” kata kepala Desa, Tanjung Besar, Jasrul Ramadhan.

Menurut Jasrul, sawah-sawah warga tersebu berada di pinggir sungai air Bengkenang. Namun saat ini arus sungai sudah mendekati sawah warga. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan adanya bantuan pemda Bengkulu Selatan (BS) untuk memasang bronjong penahan air agar tidak semakin menggerus areal sawah petani.

“Kami sudah usulkan ke Pemda BS untuk pemasangan bronjong pengaman sepanjang pinggir sawah,” ujarnya.

Ditambahkan Jasrul, bronjong yang dibutuhkan warga sepanjang 500 meter. Dengan adanya bronjong tersebut, sambung Jasrul, dapat mengatasi amukan arus sungai. Sehingga sawah warga terhindar dari abrasi. Dijelaskannya juga, pentingnya pemasangan bronjong ini, juga untuk mengamankan pemukiman warga dari amukan arus sungai. Pasalnya saat ini jarak antara areal pemukiman dengan bibir sungai sekitar 10 meter lagi.

“Kami sangat mengharapkan Pemda BS dapat segera memasang bronjong sepanjang sungai Air Bengkenang di Desa kami, sebab tidak hanya sawah yang terancam, pemukiman warga juga terancam, karena saat ini jarak bibir sungai dengan areal pemukiman hanya 10 meter lagi,” harap Jasrul.(SAR)