Bengkulu Selatan, Bengkulu; Lima orang warga Desa Padang Beriang Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan Sukurdin (47) selaku juru bicara, Wahin (53), Yuyun (30), Pi’i (40) dan Kayum (53) mendatangi Kantor DPRD Bengkulu Selatan dengan maksud untuk menemui Ketua DPRD BS Yevri Sudianto.
Kedatangan 5 orang warga Desa Padang Beriang ke Kantor DPRD BS bermaksud untuk mempertanyakan Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat Daerah Bengkulu Selatan tentang dugaan adanya penyimpangan dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD).

wabup dan warga pd.beriangSebelum bertemu dengan ketua DPRD, ke lima warga Desa Padang Beriang menemui wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM di Gedung wakil rakyat usai acara Rapat Paripurna DPRD.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Padang Beriang ingin menanyakan bagaimana kelanjutan pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Daerah Bengkulu Selatan terkait masalah dugaan penyimpangan penggunaan ADD yang kami laporkan kepda Bupati Bengkulu Selatan beberapa waktu yang lalu,”ujar Sukurdin.
Lebih lanjut Sukurdin mengatakan, kami ingin adanya transparansi tentang LHP dari Inspektorat tersebut, bila memang benar adanya penyimpangan atau penyalahgunaan ADD maka kami minta agar segera dilakukan tindakan hukum yang berlaku. Dan apa bila dalam LHP tersebut tidak terbukti maka pun minta untuk dijelaskan.

Wabup saat temui warga“Saat ini warga Desa menanti LHP dari Inspektorat Daerah, dan bila dalam waktu dekat tidak ada titik terang tentang hal ini, maka warga Desa Padang Beriang akan mendatangi pihak terkait untuk meminta kejelasan tentang LHP tersebut,”tegas Sukurdin.

Gusnan Mulyadi, SE MM wakil Bupati Bengkulu Selatan yang saat itu menemui perwakilan warga Desa Padang Beriang mengatakan, Bupati sudah memrintahkan Inspektorat Daerah untuk melakukan pemeriksaan, dan LHP nya saat ini dalam proses. Jika LHP nya sudah selesai maka akan segera disampaikan Inspektorat Daerah Ke Bupati, ujar Gusnan.
“Saya minta kepada warga Desa Padang Beriang agar kiranya dapat bersabar dahulu, karena LHP nya masih dalam proses. Yang pasti Bupati sudah sangat cepat merespon terhadap laporan yang disampaikan masyarakat tentang adanya dugaan penyimpangan dalam pengunaan ADD di Desa Padang Beriang,”kata Gusnan.(SAR)