Manna, Bengkulu Selatan; Penyeledikan dan pengembangan terhadap 2 pelaku Curanmor RIS (13) dan AB (14) Warga Desa Selali Kecamatan pino Raya, keduanya merupakan anak dibawah umur. Dari Keterangannya kepada Penyidik, RIS merupakan spesialis Curanmor di Bengkulu Selatan yang pernah terlibat di 12 TKP. Sementara AB baru satu kali itupun karena diajak oleh RIS.

“Meskipun masih SD, RIS sudah terlibat 12 TKP Curanmor, sedangkan AB baru satu kali karena diajak RIS,” kata Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui kapolsek Pino Raya, Iptu Sugiyo.

Dalam menjalankan aksinya, RIS diajak kakaknya, Er (16) yang saat ini sudah menghilang. Jadi di 12 TKP tersebut RIS selalu bersama sama dengan Er. Hasil penjualan sepeda motor hasil curian itu digunakan tersangka untuk jajan dan sebagian besar uangnya dipakai kakaknya Er yang masih dalam pengejaran polisi.

“Kami masih memburu pelaku lainnya, sebab Er diduga pelaku utama dalam aksi curanmor,” ujar Sugiyo.

Meskipun Ro terlibat 12 TKP aksi curanmor dan Ad terlibat 1 TKP, keduanya tidak ditahan karena masih anak di bawah umur. Hanya saja proses hukum bagi keduanya tetap berjalan. Sehingga keduanya wajib lapor Senin dan kamis ke hadapan penyidik.

“Karena kedua pelaku merupakan anak dibawah umur, maka tidak dilakukan penahanan tetapi proses hukum tetap berjalan. Proses Hukum Kedua pelaku saat ini sudah dilimpahkan ke Mapolres Bengkulu Selatan untuk penanganan dan pengembangan lebih lanjut,”terang Sugiyo.

Sekedar mengingatkan, AB dan RIS dibekuk Rabu (19/10) puku 02.00 WIB dini hari di rumahnya masing-masing. Pasalnya keduanya telah mencuri Sepeda motor Yamana Mio Sporty hitam BD 4180 BU milik Suhan (55) warga Desa setempat pada Selasa (18/10) lalu sekira pukul 22.10 WIB yang terparkir di rumah korban dengan terlebih dahulu mencongkel jendela rumah.

Dari tempat yang berbeda, Elvin Patjeri (20) warga Desa muara Tiga Kecamatan Kedurang yang mengalami kehilangan motor jenis Hinda Revo BD 5759 BQ yang terparkir dekat Pendidikan Anank Usia Dini (PAUD) di Desa Tanjung Tebat Kecamatan Bunga Mas pada Rabu (19/10) yang lalu sekira pada pukul 20.20 Wib.

Atas kejadian tersebut korban Elvin mengalami kerugian sekitar Rp.8 Juta, sehingga korban pun melaporkan hal ini ke pihak yang berwjib.

Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui kapolsek Manna, Ipda J Manurung membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, peristiwa raibnya sepeda motor korban berawal, saat itu korban pergi ke tempat pesta di Desa Tanjung Tebat, kemudian sepeda motornya diparkirkan dekat gedung PAUD desa setempat. Setelah dikunci stang, korban pergi ke tempat pesta dengan jarak 30 meter dari lokasi parkir sepeda motornya, hanya saja saat mau pulang, sepeda motor sudah tidak ada lagi ditempatnya.(SAR)