Anda semua pasti pernah dengar goggle kan. Layanan pesaing facebook yg dibesut oleh google, tak pelak membuat facebook ketar ketir saat ini. Belum lagi media sosial yang terus bardatangan sebagai hal baru di dunia online seperti Snapchat,  WhatsApp, Kakao, Line dan lain lain.

Facebook juga dianggap kian tidak menarik lagi karena membatasi jumlah Teman yang bisa kita add. Padahal yang namanya memperluas pergaulan atau menambah teman baru, biasanya berawal dari tidak kenal sama sekali, tapi hal itu tak diperbolehkan di facebook. Facebook hanya boleh add orang yg sudah di kenal saja. Ini mempersulit orang yg mau add, katakanlah, idola nya, public figure. Walau ada fan page, namun interaksinya tidak sedekat jika anda add langsung ke orang nya. Pada hal motivasi seseorang memakai jejaring sosial adalah berlomba lomba menambah jumlah teman. motivasi kesenangan seperti itu tidak akan anda temukan lagi di facebook, sungguh ironis sekali

Facebook juga dianggap melanggar privasi pemakai nya, dengan tidak benar-benar  menghapus file yg dihapus pemilik akun facebook itu sendiri. isu soal privasi masih terus bergulir dengan kerap dimanfaatkannya facebook utk menjebak seseorang atau membongkar rahasia dapur seseorang.

Facebook kehilangan daya tarik untuk remaja karena semakin banyak orang tua menggunakan media sosial itu untuk memantau anak mereka, ungkap suatu penelitian.

Para peneliti, seperti dikutip Mailonline, mengatakan anak-anak sekarang menganggap Facebook “tidak oke” dan malu mengunggah keintiman karena khawatir ketahuan orang tua.

Penelitian itu mendalami kebiasaan online remaja di delapan negara Eropa, termasuk Inggris. Ternyata banyak remaja pengguna Facebook beralih ke produk alternatif, seperti Snapchat dan WhatsApp.

Hasil penelitian tersebut adalah tingkat penggunaan Facebook diketahui turun drastis karena beralihnya pengguna ke layanan sederhana seperti Twitter, Instagram, Snapchat, dan WhatsApp.

Profesor Daniel Miller dari University College London, yang bekerja di Global Media Social Impact Study, mengatakan anak-anak Inggris “bahkan malu jika dihubungkan dengan Facebook”.

Dia mengatakan “kaum muda berbondong-bondong menggunakan media sosial lain, padahal orang tua mereka terus menggunakan Facebook.” Profesor Miller mengatakan remaja sekarang menganggap Facebook “sangat tidak keren”.

“Muda dan bebas itu dinilai percuma kalau orang tua dapat mengakses setiap tingkah laku kita. Kaum muda sangat peduli akan gaya dan status sebaya mereka, sehingga Facebook tidak keren lagi,” katanya.

“Kalau dulu orang tua khawatir tentang anak-anak mereka bergabung dengan Facebook, kini mereka berkeras supaya anak-anak tetap menggunakan Facebook,” kata Miller.

Namun studi tersebut menemukan bahwa sebagian besar remaja tetap menggunakan Facebook untuk menjalin kontak dengan kakak atau saudaranya yang tidak serumah lagi.
Penelitian yang didanai oleh Uni Eropa itu mencermati perilaku remaja usia 16-18 tahun selama 15 bulan.

Sangat dimungkinkan bahwa  Tahun ini menandai awal dari apa yang tampaknya akan menjadi penurunan berkelanjutan. Anak-anak muda berbondong-bonding berpaling dan mengadopsi jejaring sosial lainnnya, sedangkan orang-orang lain, seperti orang tua, masih menggunakan layanan tersebut,”

LEAVE A REPLY