Artha Radio Bengkulu – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bengkulu menyiapkan 6000 Bidang tanah atau Ribuan heaktare lahan yang akan diperuntukan kepada warga yang ada disekitar lahan. Lahan itu berasal dari HGU yang terlantar di Provinsi Bengkulu. Kepala BPN Provinsi Bengkulu, Binsar Simbolon mengatakan lahan yang terlantar itu berasal dari HGU perusahaan yang tidak menggunakan Selama masa izin untuk investasi. Lahan terlantar itu tersebar di 9 kabupaten provinsi Bengkulu.  Seperti di Kabupaten Kepahyang ada 280 hektare Lahan HGU  yang akan dilepaskan kepada masyarakat. “HGU yang terlantar  itu akan digodok lagi. Selama masa peringatan 1,2,3 digunakan maka akan dikeluarkan izinnya tapi yang tidak produktif maka izin akan di cabut.  Itu akan di kelola pemerintah untuk tanah pertanian penunjang pangan atau sebagai tanah cadangan Negara atau diperuntukan kepada warga yang telah menggunakan lahan”  Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Seluma juga mencabut izin HGU PT.Agricinal karena menelantarkan lahan.  Ia berharap peruntukan lahan yang tidak produktif kepada warga bisa menengahi konflik lahan antara perusahaan dan warga disekitar perusahaan. Konflik lahan antara warga dan perusahaan terjadi disejumlah perusahaan di Bengkulu seperti anatara Perusahaan PTPN VII Talo Pino dengan warga Pring Baru dan PT. Agri Andalas dengan warga tujuh desa di Kecamatan Talo, dan konflik antara warga dengan PT. Sandabi Indah Lestari, PT.SIL.

Wawancara

LEAVE A REPLY