Manna, Bengkulu Selatan; Balita berusia 3 tahun tewas setelah terseret arus sungai Bengkenang ketika lepas dari pengawasan kakaknya yang mandi disungai. Korban Siti Fatimah Binti Husni Thamrin warga Desa Durian Seginim yang dinyatakan meninggal akibat terseret arus sungai Bengkenang setelah dilarikan ke RSUD Hasanudin Damrah. Kejadian yang merenggut korban jiwa ini pada Minggu (16/10) sekira pada pukul 17.10 wib.

Kapolres Bengkulu selatan AKBP Ordiva, S.IK melalui Kapolsek Seginim AKP Thabroni membenarkan adanya kejadian korban tenggelam di Sungai Air Bengkenang bernama Siti Fatima Putri Husni Tamrin warga Durian Seginim Kecamatan Seginim.

”Korban meninggal akibat terseret arus sungai hingga membuatnya tenggelam dan banyak menelan air. Namun sempat dilarikan ke RSUD HD tapi nyawa korban tidak tertolong lagi,” ujar kapolsek.

Diceritakan Kapolsek, berawal Siti bersama kakaknya Putri (10) pergi ke Sungai Air Bengkenang tak jauh dari Desa Durian Seginim, bersama sepupunya Aisyah (16) pelajar SMAN. Ikut bersama mereka teman Aisyah, yaitu Winda (16) pelajar SMA, Wiwit (16) pelajar SMA dan Wike (14) pelajar SMP. Tiba di lokasi, Aisyah dan 4 temannya ketengah sungai dan mandi.

Sementara korban dan kakaknya Putri tetap berada dipinggir sungai menonton kakak sepupu dan temannya mandi. Tak lama kemudian, Putri yang tertarik untuk mandi lalu menyusul Aisyah ke tengah. Sedangkan sang adik diminta untuk tetap tinggal di pinggir sungai. Saat kakaknya menoleh kebelakang dimana adiknya ditinggal, sang adik sudah tidak ada lagi.

Mereka melihat tubuh Siti sudah terseret arus. Sekitar 15 meter dari lokasi mereka mandi, mereka melihat tubuh Siti. Sepupu korban langsung mengejar, dan sempat meraih tangan korban. Sayangnya, arus sungai yang deras membuat tangan korban terlepas dari pegangan. Ia terseret sekitar 500 meter. Namun akhirnya ia berhasil ditangkap oleh warga yang saat itu melintas dilokasi.

“Saat kakaknya mandi korban ikut mandi. Oleh sebab itu sang adik luput dari pengawasan. Saat korban terseret arus ditolong warga petani namun saat ditemukan korban sudah banyak menelan air dan langsung dilarikan ke RSHD tapi nyawanya tidak dapat ditolong lagi. Korban pun dimakamkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat,”terang Kapolsek.(SAR)