Manna, Bengkulu Selatan; Penyerahan secara resmi bantuan eksavator dan buldoser dilakukan di Balai Sekundang Setungguan Rumah Dinas. Bupati BS Dirwan Mahmud secara langsung menandatangani berkas serah terima bantuan tersebut. Bantuan tersebut diserahkan secara resmi oleh Kepala Satker PSPLP Provinsi Bengkulu mewakili Kementerian PU dan Pera.

alber-1Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota Drs.Resmen Asnawi, MAP dalam kata sambutannya mengklaim bahwa Bengkulu Selatan merupakan kabupaten yang memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berstandar internasional dan pada Desember tahun 2016 pembangunan TPA tersebut selesai.
“TPA Kayu Arau di Desa Padang Pandan Kecamatan Manna tidak lama lagi akan selesai di kerjakan, namun yang saat ini masih menjadi kendala adalah kurangnya armada pengankut sampah,”ujar Resmen.

Minimnya armada pengangkut sampah di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menyebabkan sampah tidak bisa tertangani 100 persen. Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPTK) Kabupaten BS melansir setiap hari ada sekitar 100 meter kubik sampah, namun yang mampu ditangani hanya 60 meter/kubik.

alber

“Terbatasnya armada membuat kita tidak mampu menangani sampah secara keseluruhan. Setiap hari ada sekitar 100 meter kubik sampah tapi yang hanya mampu diangkut 60 meter/kubik. Tahun 2017, kita mengusulkan tambahan armada dan container sampah,” kata Resmen.
Dilanjutkan Resmen, mulai tahun depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau di Desa Padang Pandan Kecamatan Manna akan dioperasikan, sehingga otomatis TPA di Desa Pagar Dewa akan ditutup. Bantuan 2 unit alat berat dari kementerian PU dan Pera, yaitu eksavator dan buldoser digunakan ntuk menangani sampah di TPA Kayu Arau.(SAR)