BLT mulai dibagikan

Susilo Bambang Yudhoyono
Pemerintah Indonesia menetapkan terdapat 19,1 juta warga miskin

 

Pemerintah Indonesia hari ini mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai, BLT, kepada jutaan keluarga miskin.

Di Jakarta, pembagian BLT berlangsung cukup lancar meskipun di beberapa tempat masih ada warga miskin yang tidak mendapatkan BLT.

Wartawan BBC di Jakarta, Ervan Hardoko, melaporkan di Kantor Pos Kelapa Gading Barat terlihat ratusan orang antri untuk mendapatkan BLT.

Pada tahap pertama ini mereka mendapatkan BLT sebesar Rp. 300.000,-

Setelah menerima BLT, sebagian besar warga mengatakan uang yang mereka peroleh akan langsung digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Saya rencananya mau beli beras dan mie. Kalau tentang duitnya, namanya orang miskin, dipakai untuk dapur,” kata seorang penerima BLT.

Masalah pendataan

BLT yang tahun 2005 itu tingkat keberhasilannya, menurut kajian 56 universitas, mencapai 90%. Itu kan tinggi
Menteri PU Joko Kirmanto

Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan langsung untuk melihat pelaksanaan pemberian BLT, antara lain ke salah satu kawasan di Jakarta Pusat.

Hari Jumat, Jusuf Kalla menegaskan tidak ada penundaan dalam pemberian BLT.

“Memang belum ada instruksi karena harus bersamaan dengan kenaikan BBM. Rumusnya adalah anda diberi kompensasi setelah kenaikan harga BBM,” kata Jusuf Kalla kepada para wartawan

Dan setelah pengumuman resmi kenaikan harga BBM Jumat malam, maka pada Sabtu 24 Mei 2008, mulailah dibagikan BLT.

Walau pemberian BLT berjalan lancar, sejumlah warga miskin menyesalkan pendataan yang tidak memasukkan mereka sebagai penerima BLT.

“Saya cuma bertanya saja, masak 1 RT dapanya cuma 1, emangnya jatahnya cuma 1?,” tanya seorang ibu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang tidak mendapat BLT.

Salah seorang menteri yang memantau pelaksanaan BLT, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, tidak menampik masih adanya kelemahan dalam pelaksanaan program ini.

“BLT yang tahun 2005 itu tingkat keberhasilannya, menurut kajian 56 universitas, mencapai 90%. Itu kan tinggi.” tuturnya.

Antrian BBM
Antrian menjelang pengumuman resmi kenaikan harga BBM

“Kalau anda mau mencari kasus yang tidak tepat, tentu ada. Tapi yang di blow up selalu yang tidak berhasil itu.”

Jangka pendek

Sementara itu, pengamat ekonomi INDEF, Fadhil Hasan, mengatakan dalam jangka pendek BLT memang merupakan pilihan terbaik pemerintah.

Namun, pemerintah harus memikirkan program jangka panjang untuk warga miskin.

“Misalnya program padat karya, kemudian memberikan akses yang lebih besar kepada rakyat miskin terhadap permodalan,” kata Fadhil Hasan.

Program BLT adalah kompensasi untuk warga miskin akibat kenaikan harga BBM.

Dalam tahap pertama yang berlangsung hingga Agustus pemerintah Indonesia telah mencairkan dana RP. 4 triliun.

Adapun tahap kedua adalah untuk periode September-Desember dengan dana sebesar Rp. 9 triliun.

Pemerintah Indonesia menetapkan sebanyak 19,1 juta warga miskin berhak mendapatkan BLT.

Sumber : BBC Indonesia.com

incoming search terms:

  • aplikasi plobary

LEAVE A REPLY