Manna, Bengkulu Selatan; Walaupun diguyur hujan yang begitu deras tidak menyurutkan langkan BNNK Bengkulu Selatan serta aparat kepolisian Resort Bengkulu Selatan untuk melakukan razia rutin yang kerap dilakukan oleh BNNK BS dalam mengantisipasi dan menekan peredaran gelap narkotika di wilayah Bumi Sekindang Setungguan. Razia yang digelar mulai pada pukul 23.00 wib tadi malam (19/12).

Dalam razia tersebut BNNK BS berhasil mengamankan HS (40) salah seorang warga Desa Batu Lambang Kecamatan Pasar Manna yang terbukti telah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, ini berdasarkan hasil tes urine yang menggunakan alat multi drug test panel. Sehingga HS digelandang kekantor BNNK BS di Jalan Bahmada Rustam Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna.

“Pada alat tes urine untuk indikator metamfetamin atau sabu hanya satu garis. Itu artinya dia (HS) positif menggunakan sabu,” jelas Kepala BNNK BS, AKBP Ali Imron.
Diinformasikan Ali Imron, diamankannya HS saat aparat BNN beserta anggota Polres BS menggelar razia rutin narkoba, Senin (19/12) tepatnya pukul 23.00 WIB.

“Razia hanya satu titik yakni di salah satu warung internet Desa Batu Lambang. Ada enam pengunjung yang kami periksa. Satu diantaranya dinyatakan positif dia kami bawa ke kantor untuk menjalani assesmen medis,” ujar Ali.

Dijelaskan Ali Imron, assessment merupakan suatu tahap dalam pra terapi bagi calon pasien atau klien untuk menilai tingkat keparahan atau menentukan kebutuhan penyembuhan. Nah, dari hasil assessment HS yang diketahui bekerja sebagai buruh serabutan ini masuk dalam kategori coba pakai.

Dari pengakuannya, HS, menggunakan sabu pada 17 Desember dengan temannya di Kabupaten Kaur.

“Dia hanya ikut-ikutan pakai sabu untuk beli dia tidak sanggup. Tapi pengakuannya dia pecandu alkohol. Hampir setiap hari ia minum minuman keras,” beber Ali.

Dari hasil assessment itu pula pihak BNNK BS menetapkan HS akan menjalani rehabilitasi selama 2 bulan selama satu pekan sekali sebanyak 8 kali pertemuan di Kllinik Pratama BNNK BS mulai Selasa (27/12).

“Dia juga berkomitmen ingin sembuh. Dia kami rehab dan wajib diikuti kalau tidak akan dicari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali mengklaim, program pencegahan penyalahgunaan narkoba di BS berhasil. Terbukti dari total 12 kali razia narkoba yang digelar belakangan ini pihaknya hanya berhasil menemukan satu pengguna narkoba.

“Alhamdulillah artinya pengguna narkoba di Bengkulu Selatan ini sudah berkurang. Namun kami akan terus menjalankan aksi merazia sampai menangkap pengedar narkoba di daerah ini,” tutup Ali Imron.(SAR)