Bengkulu Selatan, Bengkulu; Salah satu langkah untuk mengantisipasi peredaran gelap narkotika di Bengkulu Selatan, upaya yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Bengkulu Selatan dengan gencar melaksanakan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoitka (P4GN) untuk disosialisasikan ditengah masyarakat baik melaksanakan pertemuan secara langsung ataupun melalui media elektronik radio.

BNNK

AKBP Ali Imron selaku Kepala BNNK Bengkulu Selatan menjadi nara sumber bersama Suardi Taip dari Kantor Badan Permberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB) Bengkulu Selatan dalam acara talkshow peran serta BPP-KB dalam program P4GN di radio ARTHA FM.

Ali Imron mengatakan, BNNK Bengkulu Selatan telah banyak melaksanakan upaya-upaya untuk mencegah adanya peredaran gelap narkotika, diantaranya bersosialisai dengan masyarakat secara langsung, melaksanakan test urine, dan memfasilitasi pencandu narkoba untuk direhabilitasi.

p4gn bpp-kb“Rehabilitasi bagi pencandu narkoba itu gratis. Bukan hanya itu saja bagi seluruh masyarakat jangan takut untuk memberikan informasi bila disekitar mereka ada pencandu narkoba,”ujar Ali Imron.

Dilanjutkan Ali Imron, tahun 2015 sebanyak 5,9 juta jiwa rakyat Indonesia ini kecanduan narkoba dan dinyatakan 30 samapai 50 orang meninggal dunia dalam sehari karena narkoba sehingga pemerintah menyatakan Negara Republik Indonesia saat ini darurat narkoba. Maka setiap lini lintas sektoral harus bersinergi untuk memrangi narkoba.

bnnk bsSuardi Taip dari Kantor BPP-KB Bengkulu Selatan mengatakan, langkah kongkrit yang dilakukan oleh BPP-KB dalam mensuksekan program P4GN adalah dengan dibentuknya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Bengkulu Selatan.

“Bengkulu Selatan melalui BPP-KB telah membentuk PIK-R untuk bersama-sama pemerintah melakukan sosialisasi P4GN ini. Bukan hanya itu, untuk di ketahui bahwa Bengkulu Selatan juga memiliki “DUTA NARKOBA”,”terang Suardi.(SAR)