Manna, Bengkulu Selatan; BNNP Bengkulu ternyata tidak tinggal diam terhadap kasus adanya Narkoba di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan pada 10 Mei 2016 yang lalu. Setelah lebih kurang 8 bulan mendalami kasus, kini BNNP Bengkulu mulai melakukan aksi penangkapan terhadap terduga pelaku peletakan barang haram tersebut diruang kerja Bupati.

Pada hari Jumat (13/01) sekitar pukul 06.30 WIB Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu menangkap salah seorang terduga kasus tersebut, yakni warga Perumnas Kayu Kunyit Bengkulu Selatan berinisial Am (39). Terduga ditangkap di rumahnya dan langsung diamankan oleh BNNP Bengkulu.

Data terhimpun, penangkapan tersebut berlangsung sangat cepat. Sampai-sampai tetangga di seputaran rumah terduga yang digerebek dan langsung diamankan banyak yang tidak mengetahuinya.

“Memang ada dua mobil yang parkir di sekitar rumah Am saat kejadian tersebut,” ujar Kadarmansyah yang merupakan Ketua RT setempat.

Dikatakannya, ia mengetahui salah seorang warga ada ditangkap BNNP Bengkulu saat akan menunaikan shalat Jum’at.

“Saat di masjid sebelum sholat Jum’at banyak yang memperbincangkan perihal penangkapan tersebut,” ujar Kadarmansyah.

Saat dikonfirmasi Istri Am, Rita membenarkan tentang adanya penangkapan suaminya.

“Sekitar enam orang berpakaian biasa dan mengaku dari BNN yang menjemput suami saya, ” ujar Rita.

Diceritakan Rita, saat petugas BNN melakukan penjemputan, suaminya belum mandi.

“Sebelum dibawa, suami saya belum mandi pagi, dia sempat berpamitan dengan petugas untuk mandi pagi dulu. Para Petugas tersebut mengizinkan untuk mandi, setelah itu Suami saya langsung dibawa,” demikian Rita.

Terpisah, Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH, ketika dikonfirmasi di Pemda Bengkulu Selatan hari ini (16/01) mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan BNNP Bengkulu, Bupati juga mengharapkan agar kiranya hal ini cepat tuntas.

“Ya, saya sudah m,endengar adanya penangkapan terhadap salah seorang warga Prumnas Kayu Kunyit yang diduga adalah salah seorang pelaku peletakan Narkoba diruang kerja saya. Namun yang lebih penting lagi kiranya kasus ini cepat tuntas dan pelaku intelektualnya bisa tertangkap,”kata Bupati.(SAR)