Bengkulu Selatan, Bengkulu; H Dirwan Mahmud, SH, Bupati Bengkulu Selatan kemarin (12/8) mengatakan, bahwa ia akan melaporkan pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI kalau Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) tidak dapat membuktikan pelaku yang meletakan obat terlarang diruang kerjanya. Karena penemuan dari pihak BNNP tentang barang narkotika berupa sabu dan ekstasi sudah beberapa bulan yang lalu hingga kini belum terungkap siapa pelakunya. BNNP secara moral harus bertanggung jawab dengan seluruh masyarakat Bengkulu Selatan terutama Bupati yang sudah merasa nama baiknya dicemarkan. Hal ini disampaikan Bupati usai Rapat Paripurna Di DPRD kepada awak media.
Oleh sebab itu setelah bulan agustus 2016 ini Bupati akan mendatangi BNNP untuk menanyakan siapa pelakunya. Namun apa bila Bupati belum mendapat hasil yang sesuai dengan harapan, maka ia akan segera melaporkan ke Mendagri RI.
“Saya harap pelaku yang sudah meletakan barang haram di ruang kerja saya tersebut segera terungkap oleh BNNP dalam waktu dekat ini,”ujar Dirwan.
Menurut Bupati, akibat perbuatan orang tak bertanggungjawab (OTD) dirinya selalu merasa punya beban dengan selalu merasa curiga oleh orang sekitarnya.
“Bila kejadian yang menimpa saya ini belum terungkap siapa pelakunya, saya merasa selalu curiga kepada orang yang berada disekeliling saya, dikhawatirkan mereka adalah salah satu dari pelaku yang menjadi incaran BNNP,”terang Bupati.
Sekedar diketahui, pada hari Selasa (10/5) yang lalu BNNP menggeledah ruang kerja Bupati BS berdasarkan laporan orang tak di kenal. Saat penggeledahan BNNP berhasil menemukan barang berupa narkotika jenis sabu dan ekstasi.
Penggeledahan yang dilakukan BNNP sekira pukul 09.00 WIB tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat bahwa Bupati BS dan pejabat yang lainnya mengkonsumsi narkoba diruang kerjanya. Dari penggeledahan ditemukan dua tablet berwarna merah yang diselipkan dibelakang kursi tamu dan dua tablet berwarna biru dibelakang kardus air mineral yang terletak disamping kulkas dan sabu. Namun hingga kini pelaku dan pelapor tersebut belum terungkap oleh pihak BNNP.(SAR)