Bengkulu Selatan, Bengkulu; Tindakan tegas Bupati Bengkulu Selatan (BS) H Dirwan Mahmud, SH bagi Kepala Desa (Kades) yang melanggar aturan diberhentikan dari jabatannya. Pasalnya Kades Padang Beriang Kecamatan Pino Raya Sapirin harus berhenti dari jabatan. Karena ia sudah menyalahi aturan dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2015 dan 2016.
Oleh sebab itu dengan kesalahannya tersebut Bupati memberikan sanski tegas berupa pemecatan permanen. Pemecetan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) petugas Inspektorat BS belum lama ini. Dari LHP inspektorat memberikan tiga pilihan sanksi yakni pemberhentian sementara, pembinaan dan pemberhentian secara permanen. Dan Bupati memilih sanski berupa pemberhentian secara permanen dan surat keputusan sudah ia tandatangani.

“Ia Kades Desa Padang Beriang sudah saya berhentikan. Karena terbukti menyalahi aturan,”katanya, saat selesai penandatangan RPJMD di kantor DPRD.

Dikatakannya, pemberhentian secara permanen karena Kades terbukti dari LHP inspektorat. Dengan pemeberhentian Bupati segera memerintahkan Camat Pino Raya untuk menunjuk petugas camat menjadi Pelaksanan Tugas (PLT). Tujuannya agar kinerja pemerintahan di desa tersebut tetap berjalan dengan baik. Dengan adanya PLT warga setempat tetap diberikan pelayanan sesuai keperluannya.
“Ini merupakan pelajaran yang melanggar aturan. Bila terbukti menyalah gunakan anggaran akan diberikan sanksi tegas,”ujar Bupati.
Sekedar untuk mengingatkan bahwa Kades Padang Beriang Sapirin telah terbukti menyalahi aturan dalam menggunakan Anggaran Dana Desa untuk keperluan pembelian organ tunggal seharga Rp.80 juta dan pembelian satu unit kendaraan second seharga Rp.20 juta, yang menurut Sapirin untuk pembelian Mobil tersebut ia menggunakan uang pribadi. Diakui Sapirin pembelian organ tunggal tersebut adalah untuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes), namun sangat disayangkan masyarakat Desa Padang Beriang tidak menyetujui lantaran pembelian organ tunggal tidak melalui rapat Desa.(SAR)