Membuat diri menjadi eksis merupakan kebutuhan yang manusiawi, dan kerap dialami para remaja. Namun, sejauhmana eksistensi diri bisa dikatakan positif ataupun negatif?

Aktivitas remaja dalam komunitas musik bisa menjadi salah satu contoh bentuk eksistensi diri. Remaja mengidolakan musisi, kemudian bergabung dalam fans club. Apa yang ditiru remaja dari tokoh idolanya membantu dirinya untuk mengenali konsep diri. Selain itu, dengan bergabung dalam komunitas, remaja mendapatkan ruang untuk memenuhi kebutuhannya untuk tetap eksis.

Kegiatan remaja sebagai bentuk eksistensi dirinya bisa menjadi positif jika, pertama, remaja menemukan pencerahan. Artinya, remaja menjadi terpancing dan berpikir untuk membuat inovasi kreasi dari contoh yang diadopsi dari sang idola. Kedua, remaja memiliki wadah yang memberinya kesempatan untuk tampil. Dengan wadah ini, remaja bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki, dan memberikan hasil yang produktif untuk pengembangan dirinya.

Remaja bisa berpikir lebih dalam dan membangun kesadaran dalam dirinya. Mereka kemudian bisa berpikir, dengan melihat idolanya, tak mesti harus jadi artis. Bisa jadi potensi dalam dirinya mendorong mereka untuk mencari yang berbeda, misalkan sebagai manajemen artis.

Sebaliknya, eksis bisa menjadi negatif jika aktivitas yang dilakukan mengarah pada tindakan destruktif. Dalam komunitas musik misalnya, antarfans bisa saling menjatuhkan dengan mengucapkan kata-kata kasar yang menyinggung kelompok penggemar lainnya.

Remaja juga bisa mengukur dirinya, bahwa meski dia bermimpi menjadi seperti idolanya, namun hal ini bukan sekadar mimpi di siang bolong.

Saat punya idola, remaja tidak lantas menjadi copycat. Jika memang tidak memiliki suara bagus, jangan bermimpi di siang bolong ingin menjadi vokalis. Remaja bisa mengarahkan potensi dan minat dalam musik dengan menjadi pencipta lagu, misalnya.

Bagaimana pun remaja masih butuh pengarahan dari orang dewasa, bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.