Dampak yang David Guetta telah di Industri Musik tidak bisa dipungkiri. Hit single nya yang bersama dengan lagu yang telah dilakukan bekerjasama dengan seniman yang berbeda di seluruh dunia telah terjaring dia banyak ketenaran dan kekayaan. Kebanyakan kritikus musik berpendapat bahwa Guetta adalah penyanyi modern terbaik hidup.

Data David Guetta :

Nama Asli
Pierre David Guetta
Tanggal Lahir
07 November 1967
Tempat Lahir
Paris, Perancis
Tinggi Badan
176
Kewarganegaraan
Perancis
Warna Rambut
Cokelat
Warna Mata
Hijau
Pekerjaan Ayah
Pengusaha restoran
Saudara
Natalie Guetta (aktris, kakak perempuan), Bernard Guetta (saudara laki-laki, tiri)
Suami/Istri
Cathy Guetta (manager klub malam, sejak 1992)
Anak-anak
Tim Elvis Eric (laki-laki, L. 09-Feb-04), Angie (perempuan, L. 23-Sep-07)
Populer Sejak
Merilis single “Just a Little More Love” (2001)

Dengan kehadiran album kelimanya ini, Nothing But The Beat, DJ asal Perancis David Guetta , tampaknya semakin memantapkan pilihannya di jalur pop. Sesuatu yang mungkin disayangkan oleh banyak fans fanatiknya yang mengenalnya dari album-album awalnya yang murni dalam memberikan euro-house, namun bisa jadi disambut gembira oleh para penikmat musiknya yang mulai menyukai pilihan musik yang dipilihnya semenjak album One Love (2009) yang lalu.

Kembali lagi Guetta mengajak nama-nama populer juga terdepan dari skena hip-hop untuk bekerjasama dengan dirinya. Maka tersebutlah Flo Rida, Timbaland, Akon, Lil’ Wayne, Nicki Minaj, Dev, Usher Chris Brown, Will. I. Am, Snopp Dogg Ludacriz selain ada Taio Cruz, Jennifer Hudson hingga Sia dan Jessie J. Sementara untuk memperoduseri, ia pun turut mengajak rekan-rekan sesama musisi skena dansa seperti Avicii dan Afrojack untuk membantunya.

Nothing But The Beat punya materi dengan unsur komersial yang dapat dikedepankan. Dalam arti sederhana, setiap lagu yang terdapat dalam album ini cukup layak untuk dilepas sebagai single. Benar sekali mulai dari track pembuka seperti Where Them Girls At yang menampilkan Flo Rida dan Nicky Minaj yang menjadi single pertama untuk album ini, sampai Nothing Really Matters yang menampilkan Will.I.Am. Semuanya begitu asyik untuk didengarkan.

Hanya saja, kritisi yang dapat muncul adalah betapa jeneriknya single-single ini, karena meski menyenangkan namun tidak ada ciri khas yang dapat membedakan dengan kebanyakan lagu elektro-pop-house yang banyak beredar saat ini. Mendengarkan Sweat yang menampilkan Snopp Dogg atau I Can Only Imagine yang menampilkan Chris Brown dan Lil Waye misalnya bisa menimblkan efek dejavu seolah-olah pernah didengarkan sebelumnya.

Tentu saja ini menjadi masalah jika memang tujuan mendengarkan album ini untuk mendapatkan sesuatu yang inventif baik secara musikalitas maupun kualitas. Namun, sebagai sebuah album pop ringan rasanya Nothing But The Beat cukup sukses melaksanakan tugasnya.

screenshot_00030Namun begitu album ini tetap mempunyai beberapa highlight yang mencuri perhatian. Sebutlah Night Of Your Life dimana Jennifer Hudson bertransformasi menjadi ratu dansa, Repeat dimana Guetta mengizinkan vokal Jessie J yang prima mendominasi atau nomor penutup Titanium yang dengan cantik menangkap atmosfir vokal Sia yang unik. Sepertinya ada alasan khas karena ketiga track ini terdapatdi ujung album. Mantap sebagai penututp.

Dan tidak semua nomor diniatkan sebagai anthem lantai dansa. Coba dengarkan Without You yang menampilkan Usher karena meski tetap diriingi oleh derapan musik mesin, sejatinya ini adalah sebuah track “balada” romantis penih cinta. Vokal Usher yang meliuk-liuk mengajak kita mengikuti lagu.

Sementara itu bagi yang mengharapkan Guetta menampilkan nomor instrumental, dapat menemukannya di track-track yang terdapat di CD keping kedua, dimana Guetta memaksimalkan kreasinya dalam menggubah nomor-nomor house yang mengandalkan dinamika nada dan ritme yang inovatif. Guetta juga bahkan mengajak beberapa nama yang populer di skena musik house lainnya untuk bekerjasama, seperti dalam track Lunar dan The Future ia bekerjasama dengan Afrojack dan Sunshine bersama Avicii. Meski hanya berdurasi 10 lagu, akan tetapi durasi di keping kedua ini bahkan lebih panjang sedikir dibandingkan keping pertama yang memiliki track yang lebih banyak.

Dengan Nothing But The Beat memang David Guetta terlihat bermain aman. Sebuah sikap yang dapat saja menjadi kekurangan oleh sebagian kalangan namun dari segi musik pop, ini adalah album yang menyenangkan untuk disimak. Setiap lagu begitu mudah dicerna sehingga gampang pula untuk disukai. Namun begitu, tentu saja kedepannya kita bisa berharap agar Guetta kembali dapat tampil sebagai salah satu DJ dengan kemampuan musik diatas rata-rata, terutama untuk musik yang telah menjadi pilihannya.

Sumber : Warner Music Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.