Manna, Bengkulu Selatan; Evaluasi pelaksanaan pembangunan di Desa melalui Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016 serta langkah-langkah menghadapi tahun anggaran 2017.

Acara yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bengkulu Selatan yang dipimpin oleh kepala BPMD Hermen Asnawi, MAP dihadiri sebagai nara sumber Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH, Wakil Bupati BS Gusnan Mulyadi, SE, MM dan Asisten I Pemda BS Yunizar Hasan.

Sementara untuk peserta evaluasi tersebut merupakan para Kepala Desa, Pendamping Desa dan para Camat se-Bengkulu Selatan, serta undangan lainnya. Pada penyampaiannya Bupati mengatakan, untuk kedepan agar kiranya penerapan DD dan ADD lebih difokuskan pada kesejahteraan masyarakat Desa dengan memberikan peluang usaha baru melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kedepan DD dan ADD itu lebih difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui BUMDes. Contohnya dengan beternak kambing yang dikelolah oleh Bumdes,”ujar Bupati.

Bupati juga menghimbau kepada para Kepala Desa agar kiranya dalam penerapan DD dan ADD itu harus tetap berpedoman pada juklak dan juknisnya serta selalu berkoordinasi dengan pendamping Desa agar dalam setiap laporan tidak menemui masalah.

Menurut Bupati, untuk tahun anggaran 2017 jangan sampai ada lagi Kepala Desa yang bermasalah dalam penerpan DD dan ADD apa lagi sampai ke ranah hukum.

“Tahun anggaran 2017 nanti, saya tidak mau lagi dengar ada kepala desa yang dilaporkan bermasalah dalam penerapan DD dan ADD. Sejujurnya saya sudah bosan untuk memecat Kades, menurut saya sudah cukup banyak Kades yang dipecat karena berbagai masalah. Dan yang menjadi sorotan saya di Kecamatan Pino Raya sudah 4 Kades yang di Pecat,”ujar Bupati.

Sementara hal berbeda disampaikan oleh Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, untuk Bumdes tahun 2017 mendatang, lebih kepada sektor pertanian terutama untuk penanaman jagung.

“Tahun 2017 mendatang, DD dan ADD untuk Bumdes lebih kepada sektor pertanian, contohnya dengan perkebunan jagung atau yang lainnya disesuaikan dengan keinginan masyarakat ketika musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes),”terang Gusnan.

Intinya adalah manfaatkan DD dan ADD sesuai dengan kepentingan hajat hidup orang banyak tentu dengan mempedomani juklak dan juknisnya.

“Gunakanlah DD dan ADD itu sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat desa bukan untuk kepentingan pribadi kades. Jangan sampai DD dan ADD menjadi masalah hingga menyeret Kades ke ranah hukum,”tegas Wabup.(SAR)

incoming search terms:

  • juknis add 2017
  • anggaran DD
  • add dan dd
  • juknis add
  • juknis dd dan add 2017