Manna, Bengkulu Selatan; Dengan dikucurkannnya Dana Desa oleh Pemerintah Pusat, membuat pembangunan struktur dan infra struktur di Desa menjadi sangatlah “megah”. Seperti halnya di 4 Desa Kecamatan Seginim, yaitu Desa Fajar Bulan, Desa Darat Sawah Ulu, Desa Babatan Ulu, dan Desa Padang Lebar, yang kesemuanya membangun Gedung berlantai 2 dengan menghabiskan dana yang sangat variatif yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggran 2017.

Desa Fajar Bulan membangun gedung berlantai 2 yang berukuran 6×9 M menghabiskan dana sebesar Rp.571.925.700,-, Desa Darat Sawah Ulu dengan ukuran bangunan 9×10 M dengan biaya Rp.641.739.000,-, Desa Babatan Ulu dengan ukuran bangunan 7×8 M dengan biaya Rp.491.000.000,-, dan Desa Padang Lebar dengan ukuran Bangunan 8×10 M dengan biaya yang relative lebih kecil hanya Rp.367.000.000,-.

Melihat variatifnya besaran dana untuk pembangunan gedung yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2017 ini, diduga sebagian gedung melakukan Mark Up atau terkesan dipaksakan sehingga membuat pengeluaran Dana Desa Pada pembangunan gedung tersebut menjadi “boros”. Dan ini membuat Salah Seorang Aktivis Pembangunan Di Bengkulu Selatan angkat bicara.(10/01).

Habiburahman, Aktivis Pembangunan

Dikatakan Habib, seperti contohnya pembangunan gedung Puskesdes dan Serbaguna di Desa Fajar Bulan, Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan, pelaksanaan pembangunan gedung yang mirip rumah kos-kosan berlantai dua ini diduga mark up dan tak sesuai draf.
Padahal, di sisi lain, masih banyak sarana dan prasarana yang belum ada, dan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Desa Fajar Bulan.

“Kita heran masa untuk membangun gedung seperti itu anggarannya mencapai setengah miliar lebih. Bahkan dari investigasi yang kita lakukan ke Desa Padang Lebar, bangunan berukuran 8 x10 meter yang bersumber dari dana desa dikecamatan yang sama dan desanya lebih jauh jarak tempuhnya hanya menghabiskan dana Rp.367.000.000,-, jadi patut diduga Pembangunan gedung serba guna didesa pajar bulan hanya mengejar keuntungan belaka,” ucap Habib.

Gedung Desa Padang Lebar

Habib mensinyalir, telah terjadi korporasi dalam pembuatan RAB. Dan ia juga menduga pihak pelaksana sengaja bermain untuk mencari keuntungan, kerana dari hasil estimasi yang dilakukan pihaknya, biaya pembangunan gedung paling banter menghabiskan anggaran lebih kurang Tiga ratusan juta saja.

“kami minta kepada aparat penegak hukum tidak menutup mata dan dapat melakukan penyelidikan terhadap dugaan Mark Up tersebut,” Demikian Habib.(SAR)