Manna, Bengkulu Selatan; Akibat adanya keluhan masyarakat terhadap parkir di jl.imam bonjol depan kantor pekerjan umum (PU) Bengkulu selatan yang diduga ilegal membuat gusar Wakil Bupati Bengkulu Seltan Gusnan Mulyadi, SE, MM.

Wabup Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi, SE, MM ( (20/9) sekira pukul 17.48 WIB menyikapi langsung keluhan masyarakat yakni melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) hingga mempertanyakan kejelasan retribusi tersebut pada tukang parkir pada saat melakukan inspeksi.

  Wabup pun mengambil karcis tersebut dengan mempertanyakan akan keabsahan karcis yang distempel berloga pengelola parkir dan bukan mengatas namakan logo DPPKAD ataupun Dinas Perhubungan. Ia pun mempertanyaan retribusi ini sudah masuk PAD atau ilegal.

“Adanya dugaan pungatan parkir ilegal khususnya di jalan Imam Bonjol depan PU. Penyelisiran ini salahsatu bentuk respon mengetahui kebenarannya dan tidak lain mencari solosi yang terbaik. Untuk tindakan sudah mengambil karcis. Bila retribusi ini tidak jelas tentunya melanggar aturan, namun kita menyarankan lokasi di taman hendaknya tidak diambil parkir supaya pengujung nyaman. Karena taman salahsatu tempat untuk bersantai,’’tegas Gusnan.

Salah satau petugas parkir ketika dihubungi yang engan disebut mengatakan tugas kami pungut parkir di lokasi depan PU atas intruksi pengelola parkir dan setiap hari wajib stor Rp 25 ribu. Sementara urusan izin parkir ilegal atau tidak sama sekali tidak mengetahui karena kami bertugas disini atas perintah pengelola parkir. Dan kami bertugas sejak lebaran Idul Adha,’’terangnya.

Sementara itu, Ujang (49) salah satu pedagang di lokasi taman depan PU menuturkan siap stor PAD bila ada perintah untuk pungutan retribusi dari yang berwenang dalam artian tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. (SAR)