Ketua BPD Bersama Anggotanya dan tokoh masyarakat Desa Tanjung Lam Kecamatan Kedurang ketika menceritakan ulah Kades Tanjung Alam Kepada Bupati H.Dirwan Mahmud.(10/03)

Manna, Bengkulu Selatan; Diduga melakukan perbuatan asusila terhadap warganya, Kepala Desa Tanjung Alam Kecamatan Kedurang Ruasman Dani (48) dilaporkan Badan Permusyawartan Desa (BPD) kepada Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud pada Sabtu 10 Maret 2018 sekira pada pukul 11.05 wib tadi siang di kediaman Bupati Jalan Gerak Alam Kota Medan Kecamatan Kota Manna.

Diceritakan oleh Ketua BPD Tanjung Alam Hairulsyam kepada sejumlah awak media ketika usai menceritakan perbuatan asusila Kades Tanjung Alam kepada Bupati, berawal ketika korban yang berinisial LW (40) sedang membangun rumahnya mengalami kekurangan material berupa batu bata, dan ketika itu suami LW sedang tidak berada di Desa tersebut.Usai korban LW menghubungi suaminya via HP, korban diminta untuk meminta bantuan kepada Kepala Desa untuk membeli batu batu bata ke Trans Sulau dengan menggunakan mobil truck milik Kepala Desa tersebut.

Berdasarkan cerita Suami Korban Darmanto (48) kepada BPD, sesampainya di krurp bata tersebut, korban dibujuk untuk diajak tidur oleh Kepala Desa, namun korban menolaknya dikarenakan antara korban dan Kades masih famili.

“Korban terkejut atas ajakan sang Kades tersebut, karena mereka masih saudara (famili,red),”ujar Ketua BPD.

Namun demikian, lanjut ketua BPD, Pak Kades ini tidak putus asa atas penolakan korban, terus melontarkan rayuan dan mengajak korban untuk jala-jalan sejenak ke pantai, tetapi ajakan tersebut kembali ditolak oleh korban, sehingga pada hari itu, korban terbebas dari perbuatan asusila.

Setelah berselang beberapa waktu, korban kembali mengalami kekurangan material berupa seng, sehingga Kepala Desa menawarkan untuk mengambil seng yang ada di rumahnya (kantor desa). Tanpa menaruh rasa curiga, korban pun mengambil seng di rumah sang kades yang disewakan sebagai kantor Desa.

“Nah, dirumah yang dijadikan Kantor Desa itulah, Korban dipeluk oleh Pak Kades ketika akan mengambil seng,”cerita Ketua BPD.

Dilanjutkan Hairulsyam, kejadian yang paling tidak senonoh itu ketika malam hari di rumah korban, yang mana pada saat itu suami korban sedang berada di kebun.

“Awalnya Pak Kades ini mengetok pintu depan rumah dengan maksud untuk bertamu, namun karena sudah agak larut, korban tidak membuka pintu. Akhirnya pak Kades tersebut memaksa masuk lewat pintu belakang dengan cara menaiki tembok. Ketika telah memasuki rumah korban, maka terjadilah perlakuan asusila dengan cara pemaksaan. Korban tidak berani untuk berteriak, takut pihak keluarga tahu dan terjadi keributan antara saudaranya. Ini merupakan pengakuan korban kepada suaminya,”ujar Hairulsyam.

Nah, setelah itu, lanjut Ketua BPD yang didampingi oleh Anggotanya dan masyarakat ini, kejadian berikutnya ketika korban berniat hendak membeli sayuran di pasar kaget pada waktu setelah subuh. Korban ditunggu oleh Pak Kades didekat sebuah rumah kosong milik Supri. Ketika melihat korban, Pak kades langsung menarik tangan korban dan membawanya masuk kedalam rumah kosong tersebut. Dan disinilah terjadi perbuatan asusila yang kedua kalinya. Dan kejadian ini pada tahun 2017 sekitar 6 bulan yang lalu,”kata Ketua BPD Tanjung Alam.

Dan pada hari Rabu 07 Maret 2018 yang lalu, suami korban melaporkan hal ini kepada BPD Tanjung Alam.

“Hal ini dikarenakan rasa sakit yang sudah tidak terbendung lagi, dan suami korban pun melihat dengan mata kepala sendiri ketika korban dipeluk oleh Pak Kades dibawah batang rambutan ketika usai membeli obat nyamuk bakar,”terang Ketua BPD.

Ditambahkannya, bahwa atas kejadian tersebut Kepala Desa mengakui adanya perlakuan ataupun perbuatan asusila yang dilakukannya terhadap LW yang merupakan istri sah dari Darmanto, sehingga sang oknum Kades ini diberikan sanksi berupa “cuci Kampung yang dialksanakan hari ini (10/03) di Desa Tanjung Alam Kedurang.

“Bukan hanya cuci kampung yang menjadi hukumannya, namun akan diberikan sanksi berupa hukuman adat Kedurang, dengan menyisihkan atau dikucilkan dari masyarakat Desa Tanjung Alam, dan apabila ada masyarakat yang coba-coba mebantunya, maka masyarakat tersebut juga akan dikucilkan,”jelas Ketua BPD.

Menyikapi kedatangan Ketua Dan Anggota BPD Tanjung Alam serta tokoh masyarakat Kedurang ini, Bupati Bengkulu Selatan dengan tegas mengatakkan bahwa walaupun secara lisan disampaikan oleh BPD Tanjung Alam ini, Bupati akan memerintahkan inspektorat untuk melakukan investigasi lapangan dan segera memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepada Bupati.

“Senin ini (12/03) tim akan turun, karena perbuatan Kades Ruasman Dani ini sudah termasuk kategori pemerkosaan, karena ada unsur pemaksaan, ini beradasarkan cerita yang disampaikan oleh Ketua BPD. Dan Bila nanti terbukti, maka akan diberikan sanksi berupa pemberhentian dari jabatan Kepala Desa,”tegas Bupati.(SAR)

incoming search terms:

  • berita kades tanjung alam kec kedurang
  • cerita kepala desa tanjung alam kecamatan kedurang kabupaten bengkulu selatan