Manna, Bengkulu Selatan; Program Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sumber dananya dari APBD tahun 2016 dengan peruntukan di Kecamatan Kota Manna dan Kecamatan Pasar Manna dengan jumlah penerima sebanyak 50 orang dengan besaran Rp.15 Juta per orang.

Bantuan perumahan masyarakat yang tidak layak huni ini sangat disayangkan bila ada oknum tertentu yang memanfaatkan untuk melakukan markup dalam laporan penggunaan dana.

hedy

Salah seorang warga Jl.Gerak Alam Kecamatan Kota Manna, Hedy Anwar (40) sebagai salah seorang penerima bantuan merasa kecewa terhadap penggunaan dana tahap I dari BSPS APBD 2016, pasalnya Hedy sudah beberapa kali meminta pihak fasilitator ataupun konsultan untuk melakukan penambahan material sesuai dengan dana tahap I sebesar Rp.7.500.000. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penambahan material yang diharapkan Hedy.

Menurut Hedy, bahwa barang yang diterimanya tidak mencapai Rp.7.500.000,- karena dalam laporan penggunaan dana tahap I yang dibuat oleh fasilitator sudah melampaui ret harga material di dalam Kota Manna.

“Saya merasa kecewa terhadap laporan penggunaan dana tahap I yang dibuat fasilitator ataupun konsultan. Masa harga pasir dalam lapora tersebut Rp.195.125 perkubik, sementara harga pasir dalam Kota Manna hanya Rp.100.000 per kubik hingga Rp.125.000 per kubik. Jadi menurut saya banyak kejanggalan dalam laporan tersebut,”terang Hedy.

hedy-2
Hedy, Ketika memberitahukan catatan yang dia ambil dari laporan penggunaan dana BSPS tahap I

Dilanjutkan Hedy, dana APBD tahun 2016 untuk BSPS Bengkulu Selatan diperuntukan bagi 50 orang penerima. Bukan hanya pasir saja yang di markup mereka tetapi juga material lain seperti Batu Bata dalam laporan mereka seharga Rp.697 per buah.Sementara harga pasaran hanya Rp.550 perbuah sampai kelokasi didalam Kota Manna.

“Saya terima pasir dengan harga tinggi tersebut sebanyak 5 kubik, batu bata 5400 buah, semen 9 sak dengan harga Rp.72.475,- untuk harga semen dalam Kota Manna hanya kisaran Rp.62.000 hingga 64.000,-.,”terang Hedy dengan nada kesal.

Mendapat keterangan warga, salah seorang awak media mencoba menghubungi SINDU yang diketahui adalah fasilitator ataupun konsultan BSPS namun sangat disayangkan Nomor HP SINDU tidak aktif. Namun Awak media berhasil menghubungi Plt.Kaids PU Bengkulu Selatan Ir.Susmanto melalui telpon.

ir-susmanto-mm1
Ir.Susmanto Plt.Kadis PU Bengkulu Selatan

Ir.Susmanto dengan tegas mengatakan, bila terjadi adanya pemotongan terhadap dana BSPS maka Plt.Kadis PU akan mengambil tindakan tegas hingga ke Pemecatan yang bersangkutan. Terkait adanya kekesalan warga terhadap laporan penggunaan dana BSPS tahap I, Ir.Susumanto menyatakan akan segera memanggil fasilitator yang dimaksud.

“Dana BSPS tidak boleh dipotong, dan bila ini terjadi akan disanksi dengan tegas, bahkan hingga ke pemecatan. Terkait soal dugaan markup yang dilakukan oknum fasilitator, kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk penyelesaiannnya,”tegas Plt.Kadis PU.(SAR)

incoming search terms:

  • lpd bsps