Manna, Bengkulu Selatan; Waspada dan hati-hati untuk masyarakat selaku pengguna atau pemakai bahan bakar minyak (BBM) jenis preium atau pertalite, karena baru-baru ini petugas SPBU 09 Tanjung Raman, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) mendapati pelaku pengecer BBM mengoplos minyak mentah dengan Pertalite.

“Sekitar satu bulan yang lalu petugas kami mendapati pelaku yang mengoplos minyak mentah saat mengisi jerigen di SPBU kami,” kata Manger SPBU 09 BS, Radius Prawiro kepada wartawan.

Dijelaskan Radius, saat itu pelaku membawa 5 jerigen kapasitas muatan 35 liter untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Nah, saat jerigen disi petugas merasa aneh karena belum sampai ukuran 35 liter minyak terisi kedalam jerigen tersebut ternyata sudah penuh.

“Saat di cek pada 4 jerigen lagi yang belum terisi ternyata didalam jerigen tersebut didapati BBM yang diduga tidak layak pakai tersebut,” Ujarnya.

Masyarakat dihimbau kalau mengisi BBM sebaiknya langsung ke SPBU. Sebab kata Radius, BBM oplosan tersebut sangat membahayakan dan kalau digunakan dapat merusak kendaraan.

Hal ini menurut Manager SPBU 09 Manna ini ditakutkan nantinya pihak SPBU yang disalahkan pihak Pertamina, seolah-olah, pihak SPBU yang menjual BBM oplosan tersebut.
Ditambahkannya, akibat maraknya peredaran minyak mentah yang tidak layak pakai karena oktannya terlalu tinggi, berdampak pada volume penjualan BBM perharinya di SPBU,09 Tanjung Raman.

“Biasanya pertalite kita pesan setiap harinya sebanyak 16 ton, namun sudah dua minggu ini kami hanya berani pesan 8 ton, itu pun sulit habis. Bisa habis terjual juga apabila BBM jenis Premium tidak masuk, ” keluh Radius Prawiro.

Dikatakan Radius, agar kiranya masyarakat dapat juga berperan aktif untuk dapat melaporkan kepada pihak berwajib bila menemukan adanya peredaran minyak mentah yang digunakan untuk mengoplos BBM yang akan dijual eceran.

“Peran masyarakat sangat diperlukan untuk koperatif, bila menemukan adanya peredaran minyak mentah di Bengkulu Selatan. Dan masyarakat juga harus berhati-hati bila membeli minyak di eceran.(SAR)