Manna, Bengkulu Selatan; Pembangunan Dam Parit Dinas Pertanian bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun anggaran 2017 yang berlokasi di Gang Reformasi RT.13 Kelurahan Padang Kapuk Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan diprotes warga.

Dikatakan Anisa (28) salah satu warga yang tempat tinggalnya bersebelahan dengan pembangunan Dam Parit, merasa di “tipu” karena janji awalnya akan dibangun saluran akan tetapi kenyataannya dibangun seperti kolam penampungan sehingga Tanah milik keluarganya yang berukuran hampir 10 x 15 meter digunakan untuk pembangunan tersebut, tanpa ada ganti rugi dari pihak pemerintah.

“akibat pembangunan Dam parit ini, Tanah milik keluarga kami yang dulunya digunakan untuk tempat ternak sekarang telah berubah menjadi tempat penampungan air, tanpa ada ganti rugi satu perakpun,” ujar anisa dengan nada kesal, sabtu (10/06).

Ditambahkannya sebelum adanya Pembangunan Dam Parit ini, rumahnya belum pernah mengalami kebanjiran, akan tetapi setelah pembangunan tersebut hujan deras sedikit rumah tempat mereka tinggal mengalami banjir, sehingga diduga kuat perencaan untuk pembangunan Dam Parit tersebut hanya sekedar “copy Paste”.

“Kalau hari hujan, sekitar rumah kami ini sekarang mengalami kebanjiran, bahkan tinggi bangunan kami ini datar bahkan sama tingginya dengan air,padahal sebelumnya disebelah rumah kami ini ada saluran pembuangan yang kami buat sendiri dan ketika hujan kami tidak mengalami hal seperti sekarang. Akan tetapi sewaktu pembangunan dam tersebut saluran pembuangan milik kami di tutup oleh kontraktor pembangunan dam parit.” kata anisa.

Ia berharap kepada pemerintah daerah terutama dinas yang terkait pembangunan ini untuk meninjau kembali lokasi pembangunan tersebut agar tidak ada pihak lain yang dirugikan akibat pembangunan Dam Parit ini.

Sementara PPTK Kegiatan Dam Parit Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan saat hendak dikonfirmasi terkait permasalahan ini sedang tidak berada ditempat.(SAR)