Manna, Bengkulu Selatan; Lagi-lagi musibah menimpa nelayan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna Bengkulu Selatan ketika pulang dari melaut. Kali musibah dialami Ujang atau Pak Sendi (40) selaku tekong dengan 2 orang temannya Edo (23) dan Alfin (22). Kejadian yang dialami ketiga nelayan ini pada hari Rabu (24/11) sekira pada pukul 11.30 wib di muara sungai Air Manna.

Para Nelayan Bersama Warga Pasar Bawah Ketika menarik perahu nelayan yang hanyut terbawa Arus, setelah sebelumnya ditarik dari tengah laut dengan perahu lainnya.

Menurut Edo, kejadian bermula ketika hendak masuk mulut muara sungai Air Manna, perahu mereka kandas di mulut muara yang sudah mendangkal bahkan menggunung tumpukan bebatuan di tengah-tengah mulut muara mengakibatkan mesin perahu mati, dan seketika datang ombak besar dengan ketinggian mencapai 5 meter sehingga perahu kami terhempas hingga terbalik.

“Perahu kandas di bebatuan yang ada di tengah mulut muara, mesin perahu mati dan datanglah ombak yang besar dengan ketinggian kira-kira mencapai 5 meter sehingga perahu terhempas dan terbalik,”terang Edo yang juga diamini rekannya Alfin ketika dijumpai di muara sungai Air Manna Pasar Bawah.

Dilanjutkan Edo, setelah itu perahu hanyut terbawa arus ketengah laut, dan kami pun menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju bibir pantai, namun sayang ketika pereahu terhempas Tekong kami Ujang tak sadarkan diri atau pingsan. Dengan bersusah payah kami berusaha untuk membawa Ujang ke pinggir pantai dengan cara berenang.

Exif_JPEG_420
Perahu nelayan yang mengalami kecelakaan dan hanyut terbawa arus, dievakuasi warga bersama nelayan lainnya.

“Ujang selaku Tekong di perahu kami mengalami pingsan ketika terhempas bersama perahu, dengan cara berenang kami berusaha untuk menyelamatkan diri ,”lanjut Edo.

Saat ini Ujang sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hasanudin Damrah (RSUD-HD) untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Sementara Edo dan Alfin dibantu teman-teman sejawatnya di Pasar Bawah melakukan evakuasi terhadap perahu yang hanyut terbawa arus.

“Perahu ditemukan sudah jauh dari muara sungai air Manna, namun kami berusaha untuk menariknya kembali. Ketika ditemukan, perahu masih dalam keadaan baik, namun seluruh hasil tangkapan hilang karena perahu kami terbalik,”tutur Alfin.

Menurut Alfin, akibat kejadian ini, kerugian yang dialami mereka mencapai hingga 2 Juta Rupiah. Beruntung peralatan tangkap seperti jaring tidak hilang. Walaupun demikian, para nelayan ini tidak mengalami trauma yang mendalam sebab walau bagaimanapun melaut merupakan salah satu mata pencarian kami.

“Trauma juga sebenarnya, tapi tidak terlalu mendalam sebab ini merupakan mata pencaharian kami sebagai nelayan,”kata Alfin.(SAR)