alur-sungai
Alur Sungai Air Nipis Pasca Normalisasi Yang Sudah terpasang Tanggul

Manna, Bengkulu Selatan; Pro dan kontra terhadap pelaksanaan Normalisasi Alur Sungai Air Nipis oleh PT.Pesona Karya Abadi (PKA), warga Desa Darat sawah Kecamatan Seginim akhirnya angkat bicara. Demonstrasi yang direncanakan warga kemarin pun harus batal, karena warga lebih mengedepankan arahan dari Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK.

“Kami sangat menghargai saran dan arahan dari Bapak Kapolres, dan saya juga menghimbau kepada warga agar kiranya tetap tenang dan tidak membuat sesuatu kejanggalan sehingga menganggu stabilitas keamanan khususnya di Desa Darat Sawah Seginim,”ujar Korlap Wadimin ketika dijumpai awak media disalah satu rumah penduduk Desa Darat Sawah Seginim.

pka-8Direktur Utama PT.PKA Hengki Ertanoflin, mengatakan bahwa PT.PKA sudah mengerjakan Normalisasi sesuai dengan petunjuk tekhnis dari Dinas PU Bengkulu Selatan, hanya saja hingga saat ini pengerjaannya belum rampung terutama untuk pembuatan kesdam dan grif pengarah alur sungai.

“Kami sangat menghormati surat teguran dari Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, saat ini aktivitas untuk pengangkutan material sudah kami hentikan sementara, namun untuk pengerjaan kesdam tetap kami teruskan walaupun terkadang kami harus menelan kerugian material karena air sungai yang tiba-tiba membesar dan menghanyutkan semua material,”terang Hengki.

pka-6Ditambahkan Hengki, yang selalu menjadi kendala untuk pembuatan kesdam tidak lain adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Sementara kesdam sepanjang 100 meter harus dikerjakan, sehingga saat ini langkah yang diambil adalah dengan pembuatan beton tahu sebanyak 420 buah.

“Mudah-mudahan kesdam ini cepat rampung, kami juga berharap kepada seluruh masyarakat Seginim khusunya Desa Darat Sawah agar bersabar dan tolong bantu kami dengan Do’a, agar apa yang kita yang dikerjakan sesuai dengan rencana,”kata Hengki.

Warga Desa Darat Sawah, ROHIDI (43) mengatakan bahwa sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kebijakan untuk penanggulangan bencana abrasi yang kerap terjadi di Desa darat sawah.

“Kami sangat berterima kasih atas adanya pengerjaan normalisasi ini, dan saat ini puluhan rumah sudah terbebas dari abrasi,”ujar Rohidi yang diamini oleh warga Desa Darat Sawah lainnya.

Dilanjutkan Rohidi, sebelum adanya kebijakan Pemda untuk mengatasi bencana abrasi, kami khususnya warga Desa Darat Sawah selalu merasa was-was apalagi saat malam hari ketika musim hujan tiba, karena ancaman banjir disertai abrasi dari alur sungai Air Nipis yang memang berada sangat dekat dengan pemukiman warga.

Namun sejak adanya Normalisasi ini, kami sudah sangat bangga dan tenang walaupun musim hujan tiba, karena rasa ketakutan dan cemas sudah teratasi walaupun pengerjaan Normalisasi ini belum selesai,”tutup Rohidi yang juga di iyakan oleh warga Desa Darat Sawah lainnya.(SAR)