Bengkulu Selatan, Bengkulu; Ketika Pemerintah Pusat mempunyai wacana menaikan harga rokok hingga Rp.50 ribu per bungkus, ini tidak lain hanya untuk mencegah segala bentuk penyakit yang akan timbul akibat merokok.

Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan yang dipimpin oleh Novianto, S.sos bersama kasi promosi kesehatan Lensi Afriani, Far.Apt menggelar “Kampanye Bahaya Merokok” bekerja sama dengan pihak sekolah dan nara sumber dari Dinas Kesahatan Bengkulu Selatan Yarul Nopian, SKM, M.Kes dan dr.Andanu selaku kepala Puskesmas Kota Manna.

smp 9Bertempat di ruang laboraturium SMP Negeri 9 Bengkulu Selatan, Kampanye bahaya merokok digelar dengan menhadirkan ratusan peserta yang merupakan siswa laki-laki dari SMP Negeri 9 BS.

Yarul Nopian mengatakan, bahwa SMP Negeri 9 merupakan sekolah yang ke 5 dalam pelaksanaan kampanye bahaya merokok dan setelahnyamasih banyak sekolah yang akan dikunjungi karena target sasaran saat ini adalah pelajar dan guru.

Zul Bahri, S.Pd Kepala SMP Negeri 9 Bengkulu Selatan yang didampingi wakil kepsek M.Djalil, S.Pd menyambut antusias pelaksanaan kampanye merokok disekolah yang mereka pimpin.

lensi“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memiliki dampak yang besar untuk anak-anak khususnya dan bagi para perokok. Karena tradisi merokok bagi kaum pria merupakan satu kebutuhan tambahan yang sangat tidak ada manfaatnya bagi kesehatan,”ujar Zul.

Dalam pemaparannya dr.Andanu selaku pemateri dalam kampanye tersebut menjelaskan bahwa dalam satu batang rokok itu terdapat 4000 bahan kimia yang berbahaya dan 3 diantaranya yang paling berbahaya yaitu Tar, Nikotin, dan Karbon Monoksida.

Lensi Afriani kasi promkes Dinkes BS mengatakan, sangat memperihatinkan saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang merokok tetapi bahkan anak-anak tingkat SD pun telah merokok. Padahal merokok sangatalah berbahaya bagi kesehatan.

“Sangat disayangkan anak-anak tingkat SD saja sudah ada yang merokok apa lagi SMP dan SMA. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang kami laksanakan ini membawa manfaat yang besar bagi kita semua. Dari tidak tahu bahyanya, menjadi tahu bahaya merokok untuk kesehatan,”terang Lensi.(SAR)