Manna, Bengkulu Selatan; Bukti bahwa masyarakat Bengkulu Selatan mengingikankan BNNP Bengkulu untuk segera mengungkap kasus peletakan narkoba diruang kerja Bupati Bengkulu Selatan pada Bulan Mei 2016 yang lalu, adanya Mahasiswa yang tergabuang dalm Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu Selatan dan DPC PMII Kota Bengkulu mendatangi kantor BNNP Bengkulu sekira pada pukul 14.20 wib kemarin (19/01) kemarin.

Kedatangan mahasiswa dari DPC PMII BS dan DPC PMII Kota Bengkulu yang berjumlah sekitar 15 orang ini bermaksud untuk hearing dengan kepala BNNP terkait kasus yang terjadi di BS.

Sayangnya para mahasiswa ini tidak berhasil bertemu Kepala BNNP Bengkulu karena sedang dinas luar kota. Mereka hanya disambut oleh beberapa staf BNNP Bengkulu di ruang rapat. Sementara awak media ketika itu tidak diperkenankan untuk masuk dan melakukan peliputan terkait hearing pendapat antara mahasiswa dan BNNP tersebut.

Poin yang ingin disampaikan oleh para mahasiswa ini adalah mendesak agar pihak BNNP Bengkulu tidak menutup-nutupi pengusutan dan pengungkapan kasus tersebut. Karena seluruh masyarakat Bengkulu khususnya kabupaten BS ingin memantau dan mengetahui perkembangan setiap pengusutan dan pengungkapan kasus tersebut.

“Kedatangan kami meminta BNNP Bengkulu agar terbuka dalam memberikan informasi terhadap perkembangan kasus ini. Selama ini BNNP Bengkulu terkesan menutup-nutupi setiap perkembangan penyelidikan dan pemeriksaan terkait kasus ini. Kami masyarakat terus bertanya-tanya seperti apa perkembangan kasus tersebut,” ujar Ketua DPC PMII BS Mafahir.

Menurut Mafahir, wajar bila masyarakat BS mendesak pengungkapan kasus ini dengan cepat, karena hal tersebut menyangkut nama baik daerah dan nama baik Bupati BS selaku simbol daerah.

“Ini sudah berlarut hingga 8 bulan kasus ini belum terungkap. Kami ingin semuanya terkait kasus ini bisa diungkapkan kepada publik, jangan ditutup-tutupi,” kata Mafahir.(SAR)