Manna, Bengkulu Selatan; DPRD Bengkulu Selatan yang diketua Yevri Sudianto, pada Jum’at malam (30/11) kembali menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan APBD tauhn Anggaran 2019.

“Pengesahan APBD itu paling lambat pada Tanggal 30 November tahun berjalan, sehingga malam ini (jum’at, 30/11) APBD Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun Anggaran 2019 disahkan,”kata Yevri.

Menurut Yevri, Proses pembahasan RAPBD di mulai pada Kamis (29/11) malam sekira pada pukul 20.00 wib Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Selatan mengagendakan penyampaian nota keuangan RAPBD tahun 2019. Dan pada pukul 20.00 wib, dilanjutkan dengan mendengarkan pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD.

“Pada Kamis malam (29/11) itu diagendakan 2 kali Rapat Paripurna . mul;ai dari agenda penyampaian nota Keuangan Tahun 2019 oleh Plt. Bupati, dan agenda yang kedua yaitu mendengarkan padangan umum Fraksi-fraksi,”terang Yevri.

Disampaikan oleh Yevri, pada Jum’at pagi (30/11) dimulai pukul 09.00 wib, Rapat PAripurna DPRD Bengkulu Selatan Kembali Digelar dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Bengkulu Selatan atas padangan umum Fraksi-Fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD Tahun 2019. Selanjutnya pada Jum’at malam (30/11) Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Selatan mengesahkan APBD Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2019.

“Pembahasan RAPBD hingga disahkan ini memang sengaja di “kebut” agar pengsahan APBD Tahun 2019 Tepat Waktu,”jelas Yevri.

Ditambahkan Yevri,apabila pengesahan APBD tidak tepat waktu, maka akan dikenakan sanksi berupa pemotongan dana insentif.

“Bila kita terlambat untuk pengesahan APBD, maka akan berimbas pada perencanaan kegiatan,”tutur Yevri.

Data terhimpun, APBD Bengkulu Selatan Tahun 2019 disahkan dengan pendapatan Rp.1.026 Triliun dengan sumber pendapatan melalui PAD sebesar Rp.55,8 Milyar, Dana Perimbangan sebesar Rp.813,7 Milyar, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp.151,9 Milyar. Sementara itu, untuk pengeluaran atau belanja Daerah sebesar Rp.1.046 Triliun dengan rincian belanja langsung sebesar Rp.437,2 Milyar dan Belanja tidak langsung sebesar Rp.608,8 Milyar. Sehingga Defisit Anggaran sebesar Rp.24,5 Milyar.

Untuk menutupi Defisit Anggaran tersebut, ada penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 25,05 Milyar, yang bersumber dari sisa lebih perhitungan tahun lalu.(SAR)