Manna, Bengkulu Selatan; Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkulu Selatan rutin melakukan razia selama bulan Ramadhan tahun ini. Razia yang dilakukan mulai dari pukul 23.00 wib hingga pukul 02.00 wib dini hari berhasil mengamankan 4 orang wanita usia muda yang diduga pekerja sex komersial (PSK). FP (24) warga Subang Jawa Barat, FT (20) warga Kota Bengkulu, MD (19) warga Kecamatan Pino, dan SA (25) warga Kelurahan Pasar Bawah, serta 5 orang remaja yang diduga mabuk di pinggir jalan.

“Razia ini dilakukan secara rutin dan mereka yang terjaring razia kali ini ditangkap di lokasi yang berbeda. Yang menjadi target sasaran razia adalah warung makan lesehan dan hotel yang sering di jadikan tempat mesum, ujar salah seorang anggota Satpol PP Bengkulu Selatan (15/06) yang meminta namanya untuk dirahasiakan.

Namun dari pantauan dilapangan, setelah keempat wanita diamankan ke Kantor Satpol PP mereka hanya diberikan Surat Peringatan (SP) dan dilepas kembali.

“Mereka hanya kita berikan surat peringatan dan selanjutnya dilepas kembali setelah ada penjaminnya atau orang tua/wali yang mempertanggung jawabkannya,”terang Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan Arjo Arifin ketika dihubungi via telpon.

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan, Kuswandi, SE sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Dinas Satpol PP terkait dengan tidak diberikannya sanksi terhadap mereka yang diduga PSK.

“Sangat disayangkan ya bila sudah ditangkap terus tidak disanksi. Seharusnya biar ada efek jera, bila terbukti mereka itu PSK harus ada sanksi dan bila mana tidak, tentu kinerja mereka razia itu patut untuk dipertanyakan,”kata Kuswandi saat duhubungi via telpon selular.

Kuswandi juga mengatakan, Satpol PP itu harus maksimal dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda), karena hingga saat ini dinalai, Satpol PP itu belum maksimal dalam penegakan Perda.

“seharusnya dilakukan pembinaan dan berkonsultasi dengan Dinas Sosial agar diberikan ruang untuk pembinaan , tapi kalau begini bukan jera malah membuat makmur mereka dan tambah parah saja, jadi kalau razia harus melakuakn benar benar pengawasan, izin pemilik lokasi tempat razia dan lain lain bukan hanya menangkap saja tugasnya,”demikian Kuswandi.(SAR)