Artha Radio Bengkulu – Export Propinsi Bengkulu Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Lima perusahaan pertambangan di Kabupaten Benteng Provinsi Bengkulu mampu menghasikan batu bara rata-rata sebanyak 25.000 ton per bulan.
“Sebagian besar batu bara itu di Export Propinsi Bengkulu Batu Bara ke berbagai negara di  Asia dan Eropa,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Benteng,
Produksi batu bara sebanyak ini dihasilkan oleh lima perusahaan pertambangan yang aktif beroperasi di Kabupaten Benteng, yakni PT Danau Mas Hitam (DMH), PT Kusuma Raya, PT Bukin Sunur, PT Ratu Samban dan PT Bengkulu Energi.
Sedangkan kualitas batu bara yang dihasilkan dari Kabupaten Benteng berkisar 5.000 – 6.000 kalori.

Italia menjadi tujuan Export Propinsi Bengkulu Batu Bara terbesar selama 2014 dan diprediksi terus terjadi pada 2015. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat ekspor barang dengan negara tujuan Italia mencapai US$ 3,71 juta atau sebanyak 22,72 persen dari total ekspor.

Export Propinsi Bengkulu
Tambang Batu Bara Di Bengkulu

Posisi kedua ditempati Polandia dengan nilai ekspor US$ 3,52 juta disusul Filipina US$ 3,38 juta. Selanjutnya Malaysia dengan US$ 1,72 juta, Vietnam US$ 1,12 juta. India US$ 1,08 juta, Amerika Serikat US$ 0,94 juta, Jepang US$ 0,91 juta, Thailand US$ 0,34 juta, China US$ 0,31 juta dan Turki US$ 0,29 juta.

Kepala BPS Bengkulu, Dodi Herlando menyatakan, ekspor terbesar melalui Pelabuhan Pulau Baai berdasarkan Free On Board (FOB) mencapai US$ 10,91 juta.

“Produk Export Propinsi Bengkulu Batu Bara masih terbesar yaitu US$ 6,55 juta atau 59,99 persen disusul cangkang sawi sebesar US$ 4,20 atau 38,54 persen dan karet US$ 0,16 juta atau 1,47 persen,” ujar Dodi di Bengkulu (2/1/2015).

Nilai Export Propinsi Bengkulu Batu Bara  melalui Pelabuhan Pulau Baai lanjut Dodi, tercatat dengan volume ekspor sebanyak 169.522 ton. Angka ini lebih besar dibandingkan volume ekspor melalui pelabuhan Teluk Bayur Sumatra Barat yaitu 5.500 ton atau US$ 3,71 juta dan ekspor melalui pelabuhan Boom Baru Palembang Sumatra Selatan sebanyak 1.145 ton atau senilai US$ 1,70 juta.

“Nilai neraca perdagangan mencapai surplus sebesar US$ 15,37 juta. Dari sisi neraca volume perdagangan secara umum mengalami surplus sebanyak 170.904 ton,” ujar Dodi Herlando. (Yuliardhi H/Ahm)

Sumber : Liputan6.com

incoming search terms:

  • batu bara per orangan di bengkulu
  • gambar pusat batu bara
  • pt kontraktor pertambangan di bengkulu
  • surat edaran ttg houling batu bara di bengkulu
  • tambamg batubara terbesar di bengkulu

LEAVE A REPLY