Manna, Bengkulu Selatan; Kisruhnya mutasi pejabat eselon III dan IV jajaran Pemda Bengkulu Selatan membuat “begasing”nya Bumi Sekundang Setungguan. Bila Awal Efli, SP yang membuat statement karena solidaritas terhadap teman yang tidak masuk dalam daftar mutasi sehingga membuat ricuh suasana diluar gedung Reptaloka tempat akan berlangsungnya pelantikan Mutasi Pejabat eselon III dan IV, lalu booming di Medsos (media sosial) bahwa adanya indikasi jual beli jabatan dikalangan pejabat Bengkulu Selatan.

Hal ini membuat Front Penyelamat Kabupaten Bengkulu Selatan (FPKBS) yang diketuai Junaidi Yurid melalui Sekretarisnya Bel Rahmad menyikapi gonjang ganjingnya mutasi di Bengkulu Selatan.

Ketika melakukan konferensi pers tadi siang (06/12) sekira pada pukul 13.00 wib di kediamannya di jalan Gerak Alam Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna.

Menurut Bel Rahmad bahwa Mutasi yang digelar kemarin (05/12) untuk pejabat eselon III dan IV, dinilai Badan Kepegawaian Daerah dan Sekretaris Daerah gagal dalam memanajement Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Bengkulu Selatan.

“BKD dan Sekda gagal dalam memenajemen ASN di Bengkulu Selatan, karena ada kepentingan apa sehingga melibatkan orang luar ikut dalam rapat tertutup yang digelar Baperjakat,”terang Bel.

Dilanjutkan Bel, agar Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH dapat sesegera mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap kisruhnya mutasi yang digelar. FPKBS juga berpendapat bahwa patut untuk diduga adanya praktik jual beli jabatan karena mutasi yang dilakukan tidak sesuai dengan mekanisme. Dan mutasi ini dapat dikatakan ilegal.

“Bupati harus sesegera mungkin untuk mengevaluasi mutasi yang menimbulkan kisruh ini karena memang tidak sesuai dengan mekanismenya yang melibatkan orang luar dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),”kata Bel.

Bukan hanya itu Bel juga mengatakan, aparat penegak hukum kiranya dapat memanggil yang bersangkutan untuk perihal dugaan adanya jual beli jabatan di kala mutasi pejabat eselon III dan IV seperti yang diutarakan Awal Efli, SP bahwa dalam mutasi ini banyak dilakukan pungli untuk menduduki jabatan tertentu.

“Mutasi ini pakai tanci galau mangku dapat jabatan,”ujar Bel menirukan yang disampaikan Awal Efli,SP yang nota benenya adalah salah seorang adik dari Wakil Bupati Bengkulu Selatan.

Masih dalam keterangan Bel Rahmad, yang menimbulkan pertanyaan besar, lalu ada apa solidaritas Awal Efli, SP terhadap temannya yang tidak termasuk dalam daftar mutasi sementara Awal Efli, SP sendiri termasuk salah seorang ASN yang dimutasi dan menduduki jabatan dari Fungsional di DPPKAD menjadi Kasubag Administrasi Pemerintahan Daerah Bengkulu Selatan, dan apa pula peran Erwin Muchsin seorang pejabat eselon II yang menjabat sebagai kepala Dinas Kebersihan, pertamanan dan Tata Kota Bengkulu Selatan ikut rapat tertutup dengan Baperjakat, apakah dia (erwin muchsin) adalah anggota Baperjakat?

Disisi lain, Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Selatan Dodi Martian, S.Hut, MM ketika dikonfirmasi via telpon mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi menjelang pelantikan mutasi kemarin (05/12) sangat memalukan karena Mutasi yang digelar itu merupakan bagian dari perjalanan birokrasi.

“Mutasi itu sudah terjadwal, dan penempatan ASN pun sudah melalui mekanisme Baperjakat, sangat aneh apabila seorang ASN meminta jabatan, terlebih lagi dia bukan anggota Baperjakat,”Kata Dodi.

Ditambahakan Dodi, akibat adanya kejadian yang memalukan tersebut pihak Inspektorat Daerah Bengkulu Selatan dapat memanggil untuk meminta keterangan atas kericuhan yang dibuatnya.(SAR)

incoming search terms:

  • lomba mancing ricuh/ kemarin