Manna, Bengkulu Selatan; Warga Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya mendadak heboh, pasalnya salah seorang warga Desa Pasar Pino yang berprofesi sebagai Nelayan, Ican (36) menemukan mayat seorang pria di pantai Mahkudum Sakti Desa Pasar Pino, sekira pada pukul 16.30 wib tadi sore (18/04).

“Awalnya saya bermaksud mau memasang jaring di pantai, namun diperkirakan 5 meter dari bibir pantai saya melihat ada mayat, dan langsung saya memberitahu teman-teman. Diantara kami ada yang melaporkan penemuan mayat ini kepada Kepala Desa Pasar Pino dan Polsek Pino Raya,”ujar Ican.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, SIK didampingi Kapolsek Pino Raya Iptu Sugiyo melalui Babinkamtibmas Brigpol Sahurudin membenarkan adanya laporan warga Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya ke Mapolsek Pino tentang adanya penemuan mayat di pantai Mahkudum Sakti.

“Benar, ada mayat yang ditemukan warga Desa Pasar Pino di pantai Mahkudum Sakti, dan Anggota Polsek Pino Raya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP),”terang Sahurudin.

Dijelaskan Sahurudin, ketika ditemukan warga jasad korban sudah tidak memakai busana. Anggota Polsek Pino Raya bersama-sama warga Desa setempat langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD-HD Kota Manna.

“Kini jasad Korban sudah berada di RSUD-HD Kota Manna guna untuk dilakukan Visum, dan belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian,”jelas Sahurudin.

Sekira pada pukul 18.20 wib, ada orang yang mengaku kehilangan keluarga mereka mendatangi RSUD-HD. Namun benar bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah keluarga mereka.

Romi (56) yang merupakan mertua dari korban membenarkan bahwa jnasad tersebut adalah menantunya yang bernama Siwindra (28) bin Maradi yang berpropfesi sebagai mekanik.
“Betul jasad tersebut adalah menantu saya, yang pergi sore kemarin (17/04) sekira pada pukul 18.00 wib berniat ingin membeli martabak,”Kata Romi.

Dikatakannya, bahwa menantunya tersebut pergi meninggal rumah dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat warna merah BD 2650 CG yang dipinjam korban dengan temannya yang datang bertamu kerumahnya di jalan Affan Baksin 2 Pematang Bangau Kecamatan Kota Manna.

“Setelah ditunggu hingga malam hari, korban tidak kinjung pulang, sehingga keluarga memutuskan untuk mencari korban dari tadi malam hingga sore ini. Dan sayangnya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga Desa Pasar Pino di Pantai Mahkudum Sakti,”sambung Romi.

Sementara itu, dari keterangan medis dokter jaga RSUD-HD, dr.Indasti dan dr.Metha yang melakukan pemeriksaan jasad korban menyatakan bahwa dari tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, hanya saja paha sebelah kiri korban patah dan luka lecet pada pipi sebelah kanan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban akan segera dibawa pulang kerumah duka, dan besok pagi akan dimakamkan,”demikian Romi.(SAR)