Manna, Bengkulu Selatan; Setelah pada hari Jum’at (20/01) kemarin, mantan Bupati Bengkulu Selatan RE ditetapkan oleh BNNP Bengkulu sebagai salah seorang pelaku dalam aksi peletakan Narkoba diruang kerja Bupati Bengkulu Selatan yang terjadi pada tanggal 10 Mei 2016 yang lalu, sampai saat ini, BNNP Bengkulu masih terus mendalami dan mengembangkan kasus ini.

Kuasa Hukum RE, Humizar Tambunan ketika dihubungi via telpon oleh salah seorang wartawan online Bengkulu Selatan (22/01) kemarin, mengatakan, memang benar klien nya saat ini siudah ditetapkan tersangkan oleh BNNP Bengkulu, namun bukan berarti kliennya (RE, red) adalah otak dari semua kasus ini, karena masih tersisa 3 orang lagi saksi yang belim diperiksa oleh BNNP Bengkulu.

“Klien saya (RE) sudah ditetapkan sebagai tersangka, bukan berarti dia (RE) sebagai otak dari semua kasus ini, karena BNNP masih akan memeriksa 3 orang lagi sebagai saksi,”ujar Humizar.

Ditambahkan Humizar, bahwa sebagai kuasa hokum dari RE, nantinya akan melakukan konfrensi pers kepada semua awak media di Bengkulu, setelah diketahui siapa dalang dari semua kejadian ini.

“Saat ini. Kami kuasa hokum RE, masih menunggu BNNP Bengkulu untuk memeriksa 3 orang lagi saksi dan setelahnya baru bisa diketahui, siapa otak dari semua scenario ini,”tegas Hamizar.(SAR)