Manna, Bengkulu Selatan; Kerja keras yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan untuk pemberantasan korupsi diwilayah hukum Bengkulu Selatan pantas untuk diacungi jempol, setelah diawal tahun 2016 Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH menyatakan akan mengungkap dugaan kasus tindak pidana korupsi Dana TP-PKK sebesar Rp.370 Juta dari Pagu Dana Rp.423 Juta Tahun Anggara 2012 pada Kantor BPPKB BS dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp.20,3 Milyar pada Dinas Dikpora BS.

Pada peringatan hari anti korupsi internasional (09/12), Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH didampingi Kasi Intel, Kasi Datun, Kasi Pidum, dan Kasi Pidsus melaksankan konfrensi pers terkait dua permaslahan tersebut.

“Seperti diawal tahun 2016, Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menajanjikan akan membuka dan memberikan keterangan terhadap Dugaan adanya tindak pidana Korupsi pada dana TP-PKK dan DID. Maka di pada bulan Desember ini kami akan penuhi janji tersebut,”ujar Rohayatie kepada sejumlah awak media yang hadir dalam konfrensi persnya.

Setelah melalui Standar Operasional Prosedur ( SOP), lanjut Kajari, perkara dugaan tindak pidana Korupsi dana TP-PKK dan DID telah dilakukan gelar perkaranya di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu hingga beberapa kali. Setelah itu baru diambil kesimpulannya.

“Kami sudah melakukan gelar perkara terhadap dugaan tindak pidana korupsi dana PKK dan DID. Dan kini kami sudah amenyimpulkan dengan keputusan perkara yang terus akan dilanjutkan dan sudah ditetapkan tersangkanya, dan perkara yang dihentikan atau tidak dilanjutkan ke tingkat penyidikan karena dinilai tidak merugikan negara,”terang Rohayatie bersama kasi Pidum dan diamini oleh para kasi yang lain.

Untuk Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dana DID telah disimpulkan untuk tidak dilanjutkan dengan kata lain perkara tersebut dihentikan karena dinilai tidak merugikan Negara.

Sementara untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi dana TP-PKK, tetap akan dilanjutkan. Saat ini sudah menetapkan 2 orang tersangka namun belum di periksa sebagai tersangka dan tidak menutup kemungkinan akan terus berkembang bahkan memungkinkan akan adanya tersangka baru.

“Untuk dugaan tindak pidana korupsi dana TP-PKK, sudah ditetapkan 2 orang tersangkanya, dan ini terus akan dikembangkan sehingga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Namun kami belum bisa memberikan keterangan siapa yang menjadi tersangkanya,”tutup Rohayatie.(SAR)