Manna, Bengkulu Selatan, Salah satu obyek wisata alam di Bengkulu Selatan nyaris menelan korban jiwa. Pasalnya jembatan gantung di lokasi wisata pemandian Desa Lubuak Langkap Kecamatan Air Nipis ambruk. Akibat dari insiden ini diperkirakan 15 orang mengalami luka-luka.
Ambruknya jembatan terjadi pada hari Senin (12/9) sekira pada pukul 13.35 wib, beruntung saat kejadian tidak menelan korban jiwa.
Salah seorang warga seginim yang berada dilokasi kejadian, Julian (36) mengatakan ambruknya jembatan di akibatkan tidak mampu menahan beban. Menumpuknya pengunjung di atas jembatan disebabkan sudah turun hujan dan di khawatirkan akan terjadi “rawang” atau air yang membesar secara tiba-tiba.
“Pengunjung khawatir akan terjadi rawang, hingga semua pengunjung berdesakan untuk menaiki jembatan, padahal jembatan gantung ini memang sudah tua karena di bangun pada tahun 2008,” ujar Julian.

img-20160912-wa0006
Kapolres Bengkulu Selatan melalui KBO Reskrim Iptu R.Ginting membenarkan adanya insiden ambruknya jembatan gantung di Desa Lubuk Langkap Kecamatan Air Nipis, akibat kejadian tersebut 3 orang korban di bawa ke Puskesmas Darat sawah, 7 orang yang luka ringan dan keseleo tangan di rawat di Pos kesehatan Ds. Lubuk langkap serta beberapa korban lain yg tidak mau dilakukan perawatan, hingga total korban diperkirakan sekitar 15 org, dan tidak ada korban jiwa.
“Kejadian berawal hujan turun, para pengunjung khawatir akan datangnya banjir kemudian berebut naik ke jembatan untuk menepi, dikarenakan jembatan tidak mampu menahan beban kemudian tiyang jembatan roboh. Pada saat kejadian diperkirakan jumlah pengunjung yang berada diatas jembatan sekitar 300 orang,” terang Ginting.
Diketahui jembatan gantung dengan lantai papan kayu tersebut dibangun sekitar tahun 2008 dengan kapasitas beban sekitar 3 ton. Jembatan tersebut menghubungkan Ds. Lubuk langkap dg Dusun Arisan tinggi, panjang jembatan 25 m, lebar 2 m, tinggi dari permukaan air 5 m.
Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh anggota Polsek Seginim dan dibantu oleh seluruh masyarakat setempat dan pengunjung,”jelas Ginting
Data terhimpun 3 orang korban yang sudah diketahui identitasnya dan mendapat perawatan di puskesmas darat sawah kec. Seginim adalah.
– dewi, 25 th- Jln.H. Yasin Kec.Kota Manna
– oos 20 th Jln.H.Yasin Kecamtan Kota Manna
– reza 5 th Jln.H.yasin Kecamatan Kota Mannna.Sementara untuk korban luka ringan lainya adalah
Pepti, padang jawi bungamas, tian, rizal, sanata ds. Mandiangin kec. Masat serta beberapa korban luka ringan lainya yang langsung di bawa keluarganya masing-masing.(SAR)