Bengkulu Selatan, Bengkulu; Jembatan gantung air manna yanag menghubungkan Rt.06 Dusun Tajung Saung Kelurahan Masat dengan Desa Sebilo Kecamatan Pino nyaris tidak bisa dilewati. Hal ini disebabkan lantai papan pad jembatan tersebut sudah lapuk dan lantai jembatan pun sudah banyak yang patah. Sementara jalan tersebut merupakan akses warga Desa Sebilo dan desa Kota Bumi yang berjumlah ribuan orang untuk menuju ke Masat. Bukan hanya itu akses jembatan tersebut merupakan akses warga untuk mengangkut hasil perkebunan mereka.

Warga yg antri saat sksn melintasi jembatan gantungHendri (43) Warga Desa Sebilo yang mewakili masyarakat setempat mengeluhkan jembatan gantung yang sduah rusak dan hampir merenggut korban jiwa. Hendri mengklaim tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan di jembatan tersebut namun masih beruntung motor dan korbannya tidak jatuh ke sungai air manna. Dan menurut Hendri yang paling parah yaitu jembatan gantung air sebilo yang nyaris tidak bisa dilewati.

“Jembatan gantung air manna- sebilo ini sudah sewajarnya untuk direhab dan bila perlu diganti dengan jembatan permanen karena jembatan ini merupakan akses menuju Kelurahan masat, seperti kondisi saat ini lantai jembatan gantung tersebut sudah lapuk dan banyak yang patah,”ujar Hendri.

warga yg melintas di jembatan air manna sebiloHal hampir serupa juga diungkapkan wawan (34) warga Sebilo yang mengatakan bahwa semestinya bukan lagi jembatan gantung namun masyarakat membutuhkan jembatan permanen agar peningkatan jalan bisa kuga dilakukan.

“Sementara ini tidak masalah kalau jembatan gantung ini di rehab, namun kami meminta kepada pihak terkait agar bisa memikirkan nasib kami di Pedesaan ini teruta jalan dan jembatan, sebab jembatan gantung hanya bisa dilewati oleh motor roda dua dan mobil yang kapasitas daya angkutnya rendah seperti Mobil L 300 Sementara mobil Colt Diesel atau Turck belum bisa untuk masuk ke Desa kami,”terang wawan.

Warasman,BEKasi Pembangunan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Selatan Warasman, BE ketika dikonfirmasi reporter radio artha diruang kerjanya mengatakan bahwa untuk jembatan gantung air manna-sebilo akan segera di rehab tahun anggaran 2016 ini materialnyapun sudah disiapkan, namun Warasman tidak mengetahui secara pasti kapan dilaksanakan pengrehaban jembatan tersebut. Sementara untuk Jembatan air sebilo yang menhubungkan dengan Desa Ganjuh mengatakan akan diusulkan pada perubahan anggaran tahun ini.

“jembatan gantung air manna-sebilo tahun ini segera kita rehab dan materialnya sudah disiapkan, yang pasti tahun ini pengerjaan pengrehaban itu terealisasi dengan swakelola APBD tahun anggaran 2016. Dan untuk Jembatan Sebilo akan diusulkan dahulu pada saat perubahan anggaran tahun ini,”jelas Warasman.
Ditambahkan Warasman, untuk pengalihan dari jembatan gantung menjadi jembatan permanen bisa saja dilakukan dengan catatan ada pengusulan dari warga yang disampaikan ke Bupati dan ditembuskan ke Dinas PU.
“bila masayarakat ingin jembatan gantung diganti dengan jembatan permanen, masyarakat harus mengusulkan dahulu ke Bupati dan ditembuskan usulan itu ke Dinas PU setelah itu baru bisa diusulkan pada APBD tahun 2017,”tutup Waras.(SAR)