Manna, Bengkulu Selatan; Kampanye Stop Narkoba Melalui Pentas Seni dan Budaya yang digelar oleh BNNK Bengkulu Selatan diikuti oleh ratusan pelajar di Bengkulu Selatan. Acara yang dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKP), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto, Sekretaris Daerah H.Darmin, SE yang mewakili Bupati Bengkulu Selatan dan ratusan pelajar tingkat SMA serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua panitia penyelenggara Avetri Nengsi, M.Si yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bengkulu Selatan mengatakan, Kampanye stop narkoba melalui pentas seni dan budaya merupakan salah satu bentuk program kerja BNNK Bengkulu Selatan untuk mensosialisasikan bahaya narkotika dikalangan pelajar dan masyarakat secara luas.

“Peserta Kampanye stop narkoba melalui pentas seni dan budaya ini adalah pelajar tingkat SMA di Kabupaten Bengkulu Selatan, yang akan menampilkan teather, tarian kreasi, menyanyi solo lagu Daerah Bengkulu Selatan dan berbagai kegiatan seni lainnya, oleh karena itu kami dari panitia bekerja sama dengan Event Organizer Artha FM untuk suksesnya acara ini,”ujar Avetri.Dilanjutkan Avetri, segenap jajaran panitia juga mengucapkan terima klasih kepada semua undangan yang telah sempat hadir dan memberikan support kepada kalangan generasi muda untuk terbebas dari Narkoba.

Sementara itu Kepala BNNK Bengkulu Selatan AKBP Ali Imron dalam sambutannya mengatakan, BNN sebagai Lembaga Negara yang bertugas melaksanakan Pemerintahan di bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).“BNN dengan tegas melakukan penanganan masalah narkotika tentu dengan langkah-langkah strategi Demand Reduction merupakan tindakan preventif guna memberikan kekebalan terhadap masyarakat terhadap penyalahgunaaan narkotika. Dan strategi Supply Reduction melalui penegakan hokum yang tegas dan terukur untuk membuat efek jera terhadap sindikan narkotika,”terang Ali.

Dijelaskan Ali Imron, berdasarkan hasil survey BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Universitas Indonesia pada tahun 2016 bahwa 2 dari 100 orang pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba.

“Dengan angka demikian berarti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika semakin melauas terutama dikalangan anak-anak, remaja, generasi muda, oknum aparatur sipil negara, prajurit TNI, Anggota Kepolisian, Kepala Daerah hingga merambah ke lingkungan pondok pesantren,”jelas Ali.

Dikatakannya, saat ini ada 65 jenis New Phsycoactives Substances (NPS) yang telah masuk ke Indonesia dan sebanyak 43 jenis NPS telah dimasukan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika, sedangkan 22 jenis NPS belum termasuk.

“Dari catatan data yang dikeluarkan oleh Unodc dalam Word Drugs Report tahun 2016, ada 644 NPS yang telah dilaporkan oleh 102 Negara, dan yang telah masuk ke Indonesia sebanyak 65 Jenis NPS,”papar Ali.

Diakhir sambutannya, Ali Imron mengajak dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyakat untuk proaktif dalam pencegahan , pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika diwilayah Bengkulu Selatan.

“Tingkatkan kebersamaan dalam perjuangan menyelamatkan dan melindungi Bangsa dari ancaman Kejahatan Narkotika, khusunya diwilayah Kabupaten Bengkulu Selatan,”tutup Ali.(SAR)