All Crew di Radio kami, pasti tau dengan yang satu ini… Raden… atau Kang Raden, Seorang announcer yang kalau boleh dibilang punya ciri dan karakter yang lain dari pada yang lain (tapi bukan makhluk aneh lho), ketika dia ada di belakang mic… wah suasana studio atau bahkan mungkin dirumah para pencinta jendela hati di radio Artha ini bakal terasa bernuansa hearth to hearth, semua antusias menanti cerita apa yang bakal menjadi topik saak kang raden siaran…. ya seperti itu lah Kang Raden selalu bikin penantian dan rasa penasaran pada saat orang yang satu ini hendak siaran…

Saya Copy Paste Aja tentang dia (kang Raden ini) diri blog miliknya (tetntunya sudah izin dari empunya=red)

By Kang Heri

Kenapa sich, mesti “Jendela Hati” ? Pasaran banget ? Mata kan jendela hati, berarti artinya “Mata” dong??

Ya, memang betul. Bisa jadi judul blog saya (”Jendela Hati”) sudah sekian banyak jumlahnya dengan menggunakan judul tersebut. Tidak salah juga jika diartikan Jendela Hati berarti mata. Sekedar berbagi, mengapa saya menggunakan dua kata tersebut.

Penghujung tahun 2002, pertama kali saya menginjakan kaki di tanah Sumatera. Sembari sujud, sambil berdoa “semoga kelak ada sesuatu yang indah di tanah tempat saya berpijak ini…”

Tanah itu tepatnya 3 jam perjalanan darat dari kota Bengkulu. Atau 20 jam perjalanan darat dari Jakarta. Alternatif lain 1 jam perjalanan udara (Jakarta – Bengkulu) disambung 3 jam perjalanan darat. Kota kecil itu adalah Manna. Ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan. Kota yang relatif kecil dan sepi. Walaupun sekarang ada perkembangan, namun cukup lambat dibandingkan dengan kota-kota lain.

Sehari-hari aku mencari sesuap nasi di sebuah kantor. Menjadi “buruh” pemerintah di KPPN Manna (dulu KPKN Manna). Yang berangkat pagi (setengah delapan) sampai sore (jam lima). Sore sampai malam relatif tak ada kegiatan. Didukung dengan kondisi saat itu yang sepi dan sering mati lampu (sampai sekarang).

Bosan di kamar terus. Bosan keliling sepanjang jalan di kota kecil yang bisa ditempuh dengan kurang lebih 15 menit. Bosan dengan kesepian. Bosan dengan kerjaan. Bosan… Hingga akhirnya tanpa rekrut tanpa lamaran (karena kenalan), aku diajak bergabung di sebuah studio radio swasta satu-satunya (saat itu), Artha FM.

Sejak awal aku bergabung sudah ditawari acara yang hanya menyampaikan sebuah artikel, disamping memutarkan lagu yang telah disiapkan. Nama acarapun tak jelas. Hingga berkembang menjadi acara curhat masalah. Itupun gara-gara permintaan pendengar. Jadilah nama acara itu “Jendela Hati”. Kupilih nama ini karena nama diary-ku “Jendela Hati” (he..). Tak lebih, karena kupikir… kewat jendela kita bisa melihat isi dalam rumah, walaupun tak semuanya. Begitu juga dengan hati. Kuharap aku membuat diary, setidaknya aku bisa melihat sedikit, sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan oleh hati. Yang kutuangkan dalam tulisan.

Semakin lama, acara ini semakin berkembang. Semakin banyak pendengar dan penggemar. Fasilitas interaktif semakin beragam. Mulai surat, telpon hingga buka line sms. Acara pun semakin tumbuh. Yang kemudian punya motto sebuah ruang untuk berbagi. Sampai akhirnya mengundang “tamu” untuk bisa berbagi cerita. Seorang (maaf) anak yang kekurangan fisik (daging tumbuh pada daun telinga yang kadang mengeluarkan darah) serta seorang nelayan yang diungkap suka duka dalam kehidupan sehari-harinya. Rencana untuk mengundang seorang janda tua, yang menghidupi anak dan cucunya dengan menjual sapu, tidak terlaksana. Semuanya gagal karena kepindahanku ke Kota lain. Tugas ke Mukomuko. Sebuah kota (ibukota kabupaten baru) di ujung utara Provinsi Bengkulu.

Kabarnya, saat aku di Mukomuko. “Jendela Hati” masih terus disiarkan. Tentu dengan announcer lain. Dengan konsep yang berbeda. Hingga kepindahanku ke Jakarta, aku tidak mendengar kabar lagi. Apakah masih mengudara, atau sudah pensiun ? Tapi setidaknya, pendengar-pendengar setiaku yang sekarang nun jauh di sana (Bengkulu), masih bisa memberi kabar dan berbagi cerita lewat sms padaku.

Salam hangat buat penggemar setia “Jendela Hati” Artha FM Manna : e3 dkk…

BAGIKAN
Berita sebelumyaTips Hemat BBM
Berita berikutnya13 September 2008

LEAVE A REPLY