Manna, Bengkulu Selatan; Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (Haki) yang jatuh setiap tanggal 09 Desember, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan melakukan berbagai kegiatan mulai dari acara ceremonial Upacara di Kantor Kejari dengan inspektur Upacara Rohayatie, SH, MH selaku Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan. Upacara yang melibatkan seluruh Jaksa fungsional dan staf Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan sebagai peserta upacara.

Dalam sambutannya, Rohayatie, SH, MH membacakan Pidato Kejaksaan Agung Republik Indonesia H.M. Prasetyo, yang mengatakan Peran hukum sebagai sarana pembaharuan sosial sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Inpres tersebut lebih menitik beratkan pada strategi pencegahan dibanding dengan strategi penegakan hukum/pemberantasan.

Untuk mendukung Pemerintahan Jokowi-JK mencegah korupsi, Kejaksaan memiliki beberapa program unggulan antara lain Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4P/ TP4D). Tim ini dibentuk sebagai implementasi dari Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2015 Tentang Aksi Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi. TP4P maupun TP4D berperan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dengan cara memberikan pendampingan hukum pada proyek strategis nasional dan Daerah.

Pemberantasan pungli dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar (good and clean governance) juga menjadi prioritas pemerintah saat ini. Atas dasar itulah pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

Usai Upacara di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan, seluruh peserta Upacara yang dipimpin langsung oleh Kajari Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH melakukan aksi pembagian stieker dan baju kaos yang bertuliskan “KATAKAN TIDAK, PADA (HAL) KORUPSI” kepada masyarakat umum di tiga titik lokasi.

Bundaran Depan Gedung DPRD Bengkulu Selatan menjadi titik awal pemabagian stiker dan dilanjutkan ke tugu simpang tiga Rukis selanjutnya berakhir di kantor Bupati Bengkulu Selatan. Di Kantor Bupati, stiker dan baju kaos anti korupsi diberikan melalui Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan H.Darmin, SE.(SAR)