Bengkulu Selatan, Bengkulu – Puluhan hektar lahan pertanian di ataran Lukap desa Tanjung Agung Kecamatan Seginim mengalami gagal tanam akibat kekeringan. Sebagaimana yang diutarakan petani setempat Sopian.

“Data terakhir tercatat ada belasan petani sudah bajak sawah. Karena air tidak ada, hingga menjadi gagal tanam. Dikarenakan bulan September sudah panen. Namun pada kenyataanya air belum kujung didapat,’’ujarnya.

Sambung Sopian, harusnya petani sudah tanam padi sejak bulan Juni lalu dan karena sulit air menyebabkan kekeringan. Kekeringan ataran sawah Lukap disebabkan sulitnya air mengalir dari siring irigasi Seleva. dikarenakan siring rusak mencapai 1,5 km yang mencapai belasan tahun. Kerusakan siring belum mendongkrak kemajuan petani dalam meningkatkan hasil pertanian.

Harusnya Dinas Pertanian dan pemerintah tanggap dalam persoalan yang dihadapi petani,’’kata Sopian. “Kalau dilihat dari target luas tanam, memang ataran sawah Lukap sebagai daerah yang diharapkan mampu berkontribusi besar terhadap pemenuhan target swasembada pangan. Yang terjadi berbanding terbalik,” tutur Sopian.

Sebelumnya, bupati BS, H. Dirwan Mahmud, SH sudah memerintahkan Dinas PU mengoptimalisasikan akan perbaikan sumber irigasi, siring. Sehingga peningkatkan swasembada pangan tercapai. Kita akui, banyaknya persoalan dan kondisi di lapangan masih butuh bantuan. Kerisis air menjadikan persoalan yang tidak bisa dipadang sebela mata. Dengan mengoptimalkan pembangunan irigasi yakin kekeringan sawah bisa teratasi,’’pungkas Dirwan.(dc/sar)