Kembali Terjadi KPK vs POLRI  telah mendapat respon dari berbagai pihak dan membentuk opini dimasyarakat seolah olah kedua institusi Negara ini saling serang. Keadaan yang menjadi opini publik dan berkembang di masyarakat terkait penetapan status tersangka terhadap Budi Gunawan oleh KPK beberapa waktu lalu dan Budi Gunawan disangka menerima hadiah atau gratifikasi, dan dijerat dengan Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP,

Akibat Penetapan tersangka ini dilakukan ketika Budi sudah diajukan ke DPR sebagai calon Kapolri dan pada hari Kamis (22/01/2015) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, ditangkap oleh orang yang mengaku dari Badan Reserse Kriminal Polri. Dia dijemput saat mengantar anaknya ke sekolah di Depok, Jawa Barat. Pihak Mabes Polri menyebutkan penangkapan Bambang karena telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemberian keterangan palsu saat sidang di Mahkamah Konstitusi dan sekarang menjadi terbentuk Kembali Terjadi KPK vs POLRI.

Pada Hari ini jumat (23/01/2015) KPK memrotes keras penangkapan yang dilakukan terhadap salah seorang Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto,” ujar salah satu komisioner KPK, Adnan Pandu Pradja, dalam konferensi persnya di KPK.

Kejadian serupa dari kedua institusi negara KPK dan POLRI ini memang sudah pernah terjadi sebelumnya dengan istilah “Cicak vs Buaya” dan pada awal tahun 2015 Kembali Terjadi KPK vs POLRI yang sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi ditengah siuasi dimana rakyat sedang dalam kesulitan menghadapi berbagai masalah bangsa seperti bencana alam, imbas dari kenaikan BBM, imbas dari Pilpres dan Pileg Tahun 2014 masih menyisakan banyak persoalan yang lebih penting untuk diselesaikan

Berbagai tanggapan pun sudah sangat beragam, salah satunya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad sempat meneteskan airmata. Dia teringat ucapan rekannya sekerjanya Bambang Widjojanto pada Kamis (22/1) malam, sebelum ditangkap Polri pada Jumat pagi. Dan Abraham Samad menceritakan bahwasannta semalam dia bersama rekannya Bambang Widjojanto pergi menjenguk salah satu personel Slank Abdee Negara di rumah sakit, dan disana Bambang  rekannya itu sudah merasa akan jadi target sama halnya seperti dirinya sebagai Ketua KPK.

Sementara tanggapan dari mualai masyarakat awam sampai ke para politikus, pejabat negara dan berbagai pihak telah bermunculan menambah situasi menjadi semakin hangat akibat Kembali Terjadi KPK vs POLRI.

 

LEAVE A REPLY