Kemuliaan ini bukan sekadar akting di hadapan manusia. Meskipun Rasulullah seorang panglima perang, pemimpin tertinggi umat Islam, namun di sisinya terdapat nilai kasih sayang dan jalan kisah yang cukup romantis antara beliau dan istri-istrinya. Namun begitu, banyak sunnah ini dilupakan, lalu suami zaman sekarang meggambarkan dirinya bagaikan pemegang kekuasaan keluarga yang harus selalu terlihat bengis dan penuh egois. Siapalah kita dibandingkan Rasulullah S.A.W yang jauh kedudukanya lebih mulia dari segala manusia. Namun atas tawaduk dan romantisnya baginda membuat umat yang membaca kisah cinta beliau bersama istrinya seolah-olah sedang menghayati novel cinta romantis.

Romantis cara Rasulullah S.A.W

Mandi bersama. Beliau pernah bermandi air cinta bersama istrinya. Shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Aisyah berkata bahwa: “Aku sering mandi bersama Nabi Muhammad dari satu wadah air yang disebut al-faraq” perbuatan Nabi mandi bersama Aisyah tanpa tabir penghalang menunjukkan satu sunnah. Terutama setelah melakukan hubungan intim bersama pasangan.Hantar istri keluar rumah.

Seperti yang dilakukan Rasulullah kepada istrinya Shafiyyah binti Huyay sehingga Baginda berkata, “Jangan terburu-buru sampai aku mengiringimu (menemani sampai ke pintu). “Bawa istri jalan-jalan. “Rasulullah ketika datang waktu malam, beliau berjalan bersama Aisyah dan berbincang-bincang dengannya.” Bahkan ketika beliau ingin keluar baginda akan memilih siapa yang akan menemaninya untuk keluar bersama. Bahkan Rasulullah juga membawa Aisyah untuk makan bersama di luar. Sehingga suatu ketika Nabi pernah menolak ajakan tetangganya yang berbangsa Persia untuk makan di rumah mereka jika istrinya Aisyah R.A tidak turut diundang bersama. (HR Bukhari dan Muslim) Suapkan makanan.

Untuk menambah romantis kepada istri, disarankan suami menyuap sendiri makanan ke mulut istrinya. Seperti dalam sahih Bukhari dan Muslim sabda Rasulullah, “Sesungguhnya apapun yang kamu nafkahkan, maka hal itu adalah sedekah sampai feed yang kamu suapkan ke mulut istrimu.” Meskipun hadis ini berkisar tentang pemberian nafkah, namun bukankah menjalin ikatan romantis antara suami istri itu satu klaim ? Panggilan manja. Sehinggalah ayat cinta terukir dari bibir seorang Nabi dengan memanggil panggilan manja kepada istrinya. Suara indah memangil Ya Humaira kepada Aisyah yang berarti Wahai si putih kemerah-merahan atau Mawar merah. Ini membuat ikatan itu menjadi lebih intim. Adakalanya beliau memanggil Aisyah dengan singkatan manja Ya Aisy yang berarti kehidupan ketika beliau menyampaikan salam dari malaikat Jibril untuk Aisyah R.A. Dengan membuang huruf terakhir itu menunjukkan besarnya rasa cinta, kemanjaan dan peliharaan yang disorot Baginda.

 

incoming search terms:

  • cerita hubungan suami istri islam romantis
  • cerita manja romantis suami istri
  • Cerita romantis islami
  • cerita romantis mandi bareng suami
  • mimpi kemesraan rasulullah bersama istrinya aisyah