Manna, Bengkulu Selatan; Mantan Kades Padang Serasan Kecamatan Pino Raya Sahardin, pada Senin Kemarin (07/11) mendatangi Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto di ruang Kerjanya. Sahardin tiba di Gedung DPRD Bengkulu Selatan Sekira pukul 11.10 wib.

Dihadapan Ketua DPRD Bengkulu Selatan (BS), mantan kades yang dipecat oleh Bupati Dirwan Mahmud karena kasus asusila itu mengutarakan keingingannya untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya. Kepada Yevri, dia (Sahardin) menyampaikan dua kasus yang sama seperti yang terjadi pada dirinya, namun tidak ada tindakan tegas dari Bupati BS Dirwan mahmud.

Dikatakan Ketua DPRD BS Yevri Sudianto kepada awak media, kasus asusila yang dilakukan oleh Kades di Kabupaten Bengkulu Selatan ini ada tiga kepala desa. Dan sekarang masih ada dua kepala desa lagi yang belum ditindak lanjuti. Yaitu kades Selali dan Kades Keban Agung III, kedua kades ini hingga sekarang masih tetap menjabat sebagai kades. Padahal kasusnya sama seperti yang dirasakan kades Padang Serasan, yaitu perbuatan asusila.

“Tadi memang ada Sahardin mantan kepala desa Padang Serasan menghadap saya. Dia ingin mencari keadilan, kenapa hanya dirinya yang diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa oleh Bupati dalam kasus ini. Semantara Kades Selali Iw dan Kades Kebang Agung III Ri tidak diberhentikan atau tidak dipecat dari jabatannya,” terang Ketua DPRD BS ini kepada wartawan diruang kerjanya.

Menurut Yevri, dalam menyikapi hal ini Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud harus adil. Sebab kalau hanya kades Padang Serasan saja yang diberhentikan dari jabatannya, maka akan terjadi kecemburuan sosial dan akan timbul suatu pertanyaan besar bagi mereka, ada apa..?

“Kemungkinan LHP Kades Selali dan Keban Agung III belum selesai sehingga belum dilaporkan Ke Bupati. Mestinya Bupati harus bertindak cepat untuk memrintahkan Inspektorat supaya tidak bertele-tele. Dan yang paling penting Bupati Bengkulu Selatan dalam menyikapi hal asusila yang dilakukan Kades harus adil,”tegas Yevri.(SAR)