Salah satu kelompok keroncong tertua di Indonesia, yaitu Keroncong Tugu, kembali tampil di Jakarta dalam pagelaran Keroncong Week atau Pekan Keroncong di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Walau sudah beberapa kali berganti personil, tetapi kelompok ini tetap bertahan dengan alunan musik keroncong asli.

Dalam Pekan Keroncong kali ini, Cafrinho Tugu tampil bersama Sundari Sukoco dalam penampilan bertema Kedjora (Keroncong Djoeara Nusantara).

Bagi Sundari Soekotjo -maestro keroncong Indonesia dan juga pencetus berdirinya Yayasan Keroncong Indonesia (YAKIN)- keroncong adalah jiwanya.

“Musik keroncong itu erat dengan jaman, dan lagu-lagu keroncong ini adalah warisan dari nenek moyang, beberapa lagu erat kaitannya dengan sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia karena diciptakan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, itu tema yang ingin saya angkat malam ini,” tutur Sundari Soekotjo saat ditemui wartawan BBC Indonesia, Ani Mulyani.

“Tema cinta juga mendominasi lagu-lagu keroncong, bukan hanya cinta terhadap pasangan saja, tapi kepada sesama manusia, tanah air,” lanjutnya.

Pada hari pertama pagelaran keroncong yang digelar 7-12 April 2015 ini, Sundari Soekotjo antara lain membawakan lagu-lagu seperti Bunga Anggrek dan Kr. Pasar Gambir.

Didirikan keturunan Portugis

Orkes Keroncong Cafrinho Tugu awalnya bernama Moresco Tugu dan didirikan oleh Josef Quiko, seorang warga keturunan Portugis, pada tahun 1925.

Masyarakat lebih mengenalnya sebagai Keroncong Tugu yang membawakan warisan musik Moresco, seorang pelaut Portugis yang melahirkan musik keroncong di kampung Tugu dan di Indonesia hingga sekarang ini.

Andre Juan Michiels yang merupakan generasi ke sepuluh dan pimpinan keroncong Tugu, menjelaskan perbedaan antara Keroncong Tugu dan keroncong lainnya.

“Ada beberapa alat musik yang berbeda yang tidak digunakan oleh jenis keroncong trulungan, kita menggunakan perkusi, kalau di Jawa istilahnya cak cuk, sedangkan kami menggunakan macina. Keroncong Tugu cenderung membawakan lagu-lagu dengan nada cepat, dibanding dengan gaya trulungan karena jiwa yang ditanamkan waktu itu, keroncong adalah musik pengiring pesta,” kata Andre Michiels.

Pekan keroncong di Galeri Indonesia Kaya diikuti oleh berbagai kelompok selain Keroncong Tugu, sepert Keroncong Kresna Jaya Polri, dan Keroncong Berau.

Mereka tampil untuk mengiringi sederetan artis, antara lain Sundari Soekotjo, Intan Soekotjo, Yana Yulio, Winda Viska, dan Dira Sugandi dengan berbagai tema di antaranya sejarah keroncong maupun perjuangan dan cinta tanah air.

Anda bisa mendengarkan wawancara dan lagu-lagu keroncong ini di program Info Musika BBC yang disiarkan melalui radio-radio mitra BBC Indonesia, Jumat 10 April 2015, mulai pukul 05.00 WIB.

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/04/150409_musik_keroncong_week