Manna, Bengkulu Selatan; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memperpanjang waktu pendaftaran dan pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga 30 September 2016. Sebelumnya, 31 Agustus 2016 menjadi batas waktu pendaftaran dan pendataan KIP di data pokok pendidikan (Dapodik).

Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun ini. Dalam Surat Edaran bernomor 19/D/SE/2016 tersebut dijelaskan, ada dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkulu Selatan, Agus Sosiawan, mengatakan dengan diperpanjangnya waktu aktivasi ini pihak sekolah dapat segera mensosialisasikan kepada siswa pemegang KIP untuk melaporkan diri kepada petugas yang bersangkutan.

“Para siswa harus segera melapor, karena untuk mendapatkan manfaat dari KIP ini siswa harus aktivasi terlebih dahulu. Nomor kartu beserta data siswa akan dikirimkan ke Kemendikbud melalui aplikasi Dapodik (Data pokok pendidikan) sekolah,” ujar Agus, kepada media beberapa waktu yang lalu.

Di samping itu, anak putus sekolah pemegang KIP dengan usia antara 6-21 tahun diharapkan segera melapor ke sekolah asalnya. Sekolah yang bersangkutan wajib menerima kembali siswa yang putus sekolah tersebut.
“Selagi masih dalam batasan usia sekolah dan belum menikah boleh diterima kembali di sekolah,” ujar Agus.

Ditambahkan Agus, dari 8.400 pelajar tingkat SMA/ SMK/ MA di Bengkulu Selatan, sekitar 1.600 siswa diketahui telah mendapatkan KIP. Jumlah bantuan KIP berbeda setiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/ MI sebesar Rp 225 ribu per siswa per semester, tingkat SMP/ MTs sebesar Rp 375 ribu per siswa per semester, dan jenjang SMA/ SMK/ MA sebesar Rp 500 ribu per siswa per semester, hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2014.(SAR)