Menurut laporan media lokal, Patrialis adalah antara 10 orang yang ditahan dalam operasi yang dilancarkan komisi terkait di sebuah hotel di Jakarta.

Penahanan itu dilakukan sehubungan dengan permohonan peninjauan satu kasus pengadilan kepada Mahkamah Konstitusi yang dilaporkan disusul dengan pemberian suap.

Sehubungan itu, ketua pengadilan berkenaan, Arief Hidayat kemarin memohon maaf kepada publik karena keterlibatan seorang hakimnya dalam skandal korupsi terbaru itu.

“Saya memohon maaf kepada publik dan negara karena pengadilan ini membuat satu lagi kesalahan meskipun hal pribadi,” kata Arief kepada wartawan di sebuah pengadilan di Jakarta kemarin.

Hakim pengadilan itu mengadakan sidang darurat untuk membahas penahanan Patrialis yang sampai kemarin masih diinterogasi oleh agen pencegahan korupsi itu di kantornya di Jakarta Selatan.

Penyidik ​​KPK dilaporkan turut menyerbu kediaman Patrialis di Jatinegara, Jakarta Timur.

Patrialis sebelum ditunjuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi pernah menjadi anggota parlemen selama dua periode, mewakili Partai Amanat Nasional (PAN).